MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan kuat mengenai hakikat kepemimpinan perempuan dalam forum internasional Human Fraternity Majlis yang digelar di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Selasa (3/2) waktu setempat.
Di hadapan tokoh dunia dan pemimpin perempuan global, Megawati menekankan kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan khas yang terletak pada kemampuan merawat dan melindungi masyarakat.
“Sebagai seorang perempuan, saya membawa keyakinan bahwa kepemimpinan bukan tentang dominasi, melainkan tentang upaya merangkul dan merawat, serta bukan menindas,” katanya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (4/2).
Baca juga:
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Konflik Ambon-PosoMegawati juga membagikan pengalaman historis saat memimpin Indonesia di masa transisi demokrasi awal 2000-an. Ketika konflik horizontal melanda Poso dan Ambon, dia memilih pendekatan semangat kekeluargaan dibandingkan tindakan represif.
“Dalam situasi waktu itu, sebagai kepala negara saya membawa negara hadir bukan sebagai kekuatan represif, melainkan sebagai penjamin rekonsiliasi dengan semangat kekeluargaan,” ungkap Ketum PDIP itu.
Baca juga:
Ajak Kader Bantu Korban Bencana Sumatera, Megawati: Buktikan Kalian Orang PDIP
Pemimpin Sejati Dengarkan Denyut RakyatTak hanya itu, Megawati menegaskan kepemimpinan sejati menuntut kemampuan mendengar “denyut kehidupan rakyat”. Menurutnya, kewenangan formal negara tidak cukup tanpa empati sosial dan kesadaran historis.
Ketum PDIP itu meyakini masa depan kepemimpinan global harus berakar pada human fraternity atau persaudaraan kemanusiaan. “Tugas pemimpin adalah membangun kepercayaan dengan menempatkan keadilan sosial dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kebijakan,” tandasnya. (Pon)





