Platform Perdagangan Emas Shuibei Shenzhen Kolaps, Video Para Korban dari Seluruh Penjuru Tiongkok Membludak Menuntut Hak Mereka

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

Laporan wawancara oleh reporter Epoch Times edisi bahasa mandarin, Gu Xiaohua

EtIndonesia. Bermula dari lonjakan tajam harga emas internasional, insiden kolaps dan kaburnya platform perdagangan kerap terjadi di Pusat Perdagangan Perhiasan Internasional Shuibei, Shenzhen. Setelah Hecx Chengxing Silver House melarikan diri, platform perdagangan emas “Jie Wo Rui” kini ikut meledak. Ratusan korban dari seluruh negeri berkumpul di depan Shuibei untuk menuntut hak mereka. Aparat setempat merespon dengan memukul dan menangkap orang-orang di lokasi, situasi pun lepas kendali.

Ratusan Korban di Lokasi Kantor, Korban Datang dari Seluruh Negeri

Para korban mengatakan kepada Epoch Times edisi bahasa mandarin bahwa sekitar tanggal 20 Januari, harga emas melonjak lebih dari 2% dalam sehari, memicu gelombang spekulan emas masuk pasar. Platform perdagangan emas pasar gelap daring “Jie Wo Rui” mengalami penarikan dana besar-besaran hingga rantai pendanaannya putus. Pengguna tidak bisa menarik dana maupun mengambil emas yang telah dibeli di platform tersebut. Nilai dana yang terlibat setidaknya mencapai ratusan juta yuan.

Zhang Xiao (nama samaran) dari Hefei, Anhui, mengatakan bahwa ia menginvestasikan 60.000 yuan (Rp 145 juta) di platform tersebut pada akhir bulan lalu. Namun pada 20 Januari, dana tidak lagi bisa ditarik. Saat itu, pemilik Jie Wo Rui masih mengklaim di Xiaohongshu bahwa semuanya baik-baik saja. Beberapa hari berlalu tanpa perkembangan, Zhang merasa ada yang tidak beres dan pada 26 Januari ia datang ke Shuibei bersama istrinya.

Ia mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari seratus korban dari berbagai daerah berkumpul di lokasi. Pemerintah setempat tidak menyelesaikan masalah, melainkan mengerahkan polisi khusus dan petugas keamanan untuk “menjaga stabilitas”.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 香港大紀元 Epoch Times HK (@hk.epochtimes)

“Polisi memisahkan kami, tidak membiarkan kami berkumpul. Banyak orang dipukuli. Polisi berdiri di samping dan berkata mereka hanya menjaga ketertiban, tidak boleh emosional, tidak boleh ada yang memimpin. Siapa yang memimpin, ditangkap.”

Menurut Zhang, sebagian korban ditempatkan di stadion, sebagian di Gedung Shuibei, dan sebagian lagi di toko fisik Jie Wo Rui.

“Mereka sengaja memecah kami, tidak membiarkan kami berkumpul di Shuibei. Ada yang bahkan dikurung di lantai atas gedung Shuibei.”

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 26 Januari terjadi tiga insiden percobaan bunuh diri dengan melompat.

“Di area lapangan olahraga, ada seorang perempuan hamil yang melompat, tapi tidak terlalu tinggi dan berhasil dicegah. Ada satu perempuan yang benar-benar melompat dan dibawa ambulans—tidak tahu ke mana. Yang lainnya ditarik turun oleh pacar atau keluarga. Mereka sudah diberi kompensasi, dan tidak ingin hidup lagi.”

Zhang mengatakan sebagian besar korban adalah perempuan, banyak di antaranya pasangan muda yang membeli emas ‘tiga perhiasan’ untuk pernikahan. Di lokasi juga ada seorang nenek berusia lebih dari 70 tahun, memegang KTP sambil duduk di tanah menangis histeris. Uang dirinya dan anaknya lebih dari 4 juta yuan tidak bisa ditarik.

Pemerintah Tambah Aparat Kepolisian, Korban Ditangkap

Menurut informasi wartawan, pada 27 Januari jumlah korban yang datang semakin banyak. Pemerintah setempat menambah pengerahan polisi. Terjadi bentrok fisik, dan sejumlah korban ditangkap.

Seorang korban yang dihubungi wartawan mengatakan ia sedang berada di kantor polisi untuk diperiksa, sehingga tidak bisa diwawancarai. Korban lain mengaku akun Douyin miliknya diblokir, tidak bisa mengirim informasi apa pun.

Zhang Xiao menegaskan bahwa satu-satunya tuntutan mereka adalah pengembalian modal, namun skema penggantian Jie Wo Rui hanya 20% dari modal.

“Kalau kamu top up 1 juta yuan, kamu hanya bisa ambil kembali 200 ribu yuan—itu pun belum tentu. Kamu harus tanda tangan perjanjian. Katanya uang akan dibayar dalam setengah bulan, tapi setelah itu bagaimana, tidak ada yang tahu.”

Ia menolak menandatangani perjanjian tersebut.

“Kalau ditandatangani, ini jadi perkara perdata—urusan pribadi antara kamu dan Jie Wo Rui. Kami ingin melaporkan kasus pidana, ini penipuan.”

Karena merasa haknya tidak dilindungi pemerintah dan polisi Shenzhen, Zhang memutuskan pulang ke daerah asal untuk melapor secara pidana.

Diketahui bahwa pada 27 Januari malam, pemilik Jie Wo Rui, Zhang Zhiteng, merilis video tanggapan dan menyatakan akan “memberi penjelasan kepada publik.”

Lebih dari 1.000 Korban, Dana Diduga Capai Ratusan Juta Yuan

Shenzhen Jie Wo Rui Jewelry Co., Ltd. didirikan pada 2014, dengan modal terdaftar 11 juta yuan. Zhang Zhiteng tercatat sebagai perwakilan hukum.

Menurut laporan Blue Whale News, nilai dana yang terlibat dalam kasus ini diperkirakan mencapai ratusan juta yuan, berdampak pada lebih dari seribu investor, dengan kerugian besar.

Dalam daftar pengumpulan korban “Jie Wo Rui”, kerugian individu umumnya puluhan ribu yuan, dengan kerugian tertinggi mencapai ratusan ribu hingga jutaan yuan per orang. Saat ini lebih dari 1.000 korban telah terdaftar, dengan total dana diperkirakan menembus 100 juta yuan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Jie Wo Rui memiliki toko fisik di Shuibei, bergerak di bidang jual beli dan daur ulang logam mulia serta perhiasan. Zhang Zhiteng dan kerabatnya dikenal sebagai figur populer di lingkaran emas Shuibei, dan Zhang memiliki hampir 70 ribu pengikut di Xiaohongshu.

Namun kini, dana dan emas titipan tidak dapat diambil. Sumber “ledakan” diduga berasal dari bisnis penetapan harga, yang pada dasarnya merupakan perdagangan berjangka ilegal tanpa lisensi (pasar gelap).

“Jie Wo Rui” Berkali-kali Diterpa Isu Kolaps

Seorang blogger Zhihu yang mengaku sebagai “veteran perhiasan Shuibei” mengulas jalur perkembangan Zhang Zhiteng dan akar penyebab kolaps kali ini.

Menurut artikel tersebut, Zhang awalnya bergerak di bisnis berlian, lalu beralih ke emas. Ia memasarkan gelang emas polos gaya kuno dengan ongkos kerja hanya 3 yuan, membangun reputasi lewat pembelian kelompok. Setelah basis pelanggan terbentuk, ia beralih ke daur ulang emas dan penetapan harga, serta mengembangkan mini-program spekulasi emas pertama di Shuibei untuk masyarakat umum.

Pengguna cukup menyetor uang, lalu mengunci harga 1 gram emas dengan uang muka 20 yuan. Emas dikirim untuk didaur ulang, dan uang cepat masuk ke rekening.

Belakangan, sistem ini bisa dipakai spekulasi—jual beli kosong tanpa emas fisik. Bahkan bagi yang tidak punya emas, Jie Wo Rui membuat mini-program lain bernama Longyejin, memungkinkan emas dipindahkan instan ke Jie Wo Rui. Tanpa pernah menyentuh emas, transaksi daur ulang tetap terjadi.

Selama bertahun-tahun, Jie Wo Rui menyedot penggemar lewat harga murah, dan menggiring mereka ke spekulasi berjangka.

Platform ini berkali-kali diterpa rumor kolaps, dan berusaha mencari “pelindung”. Salah satunya adalah perusahaan BUMN Jinqu, anggota bursa. Setelah Jinqu di Shenzhen kolaps akibat spekulasi berjangka, Jie Wo Rui mengambil alih perusahaan Shenzhen milik Jinqu, membuat banyak penggemar yakin ada backing kuat. Tahun lalu, Jie Wo Rui bahkan mengumumkan pendirian perusahaan patungan dengan otoritas aset negara setempat, untuk membungkus diri sebagai perusahaan “resmi”.

Artikel tersebut menutup dengan menyebutkan bahwa Zhang Zhiteng secara inovatif menggabungkan aplikasi internet pengumpulan emas, penjualan bahan baku, dan spekulasi emas, serta membukanya ke publik luas—dan inilah akar penyebab mengapa begitu banyak warga berbondong-bondong datang ke Shenzhen.

Editor Penanggung Jawab: Li Muen


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Sekadar Meriah, Inilah Arti Warna Merah dan Emas dalam Perayaan Imlek
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Longsor di Ciamis Sebabkan Seorang Lansia Meninggal Dunia
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jawa Timur
• 4 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Media Italia Soroti Keberanian Emil Audero Setelah Diterjang Petasan Suporter Inter Milan
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
2 Sosok Penting di Balik Penampilan Gacor Persita di BRI Super League 2025/2026 Menurut Egy Melgiansyah
• 8 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.