Sebelum Kejadian Memilukan, Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Sempat Mengeluh Pusing dan Tak Mau Berangkat Sekolah

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Sebelum kejadian memilukan terjadi, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu sempat mengeluh pusing dan tak mau berangkat sekolah. 

Hingga pada akhirnya, anak 10 tahun berinisial YBR itu ditemukan gantung diri di pohon cengkeh pada (29/1/2026).

Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

Saat ditemukan, YBR mengenakan kaos olahraga. Selain itu, ditemukan juga sepucuk surat yang ditulis YBR untuk ibunya. Peristiwa ini pun sontak menjadi perhatian publik. 

Ibu YBR, Maria, menceritakan rentetan kejadian yang terjadi sebelum anaknya memilih untuk mengakhiri hidupnya. 

Dia menyebut anaknya sempat mengeluh pusing dan tidak mau berangkat sekolah. Akan tetapi, dia tetap menyuruh YBR ke sekolah agar tidak ada pelajaran yang terlewat.

Hari berlalu, Maria menganggap anaknya pergi ke sekolah keesokan harinya. Namun, ternyata, YBR malah ditemukan meninggal dunia.

“Saya kaget ada kabar dari tetangga, saya pikir ada pergi sekolah,” katanya, Selasa (3/2/2026).

YBR diketahui tidak tinggal dengan ibunya, melainkan dengan neneknya di sebuah pondok. 

Ibu YBR merupakan orang tua tunggal. Dia bekerja banting tulang sebagai petani dan pekerja serabutan untuk menghidupi lima orang anaknya termasuk korban yang dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara itu, ayah YBR diketahui sudah belasan tahun pergi merantau ke Kalimantan dan tak pernah kembali. 

Kondisi ekonomi seperti inilah yang membuat pengasuhan anak menjadi terpisah-pisah. 

Isi Surat Anak Kelas IV SD di NTT yang Ditemukan Bunuh Diri

Surat yang ditulis YBR untuk ibunya menjadi sorotan publik. Menggunakan bahasa Bajawa, YBR menyampaikan pesan terakhir agar ibunya tidak sedih dan tidak perlu mencarinya.

Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, inilah isi surat yang ditulis YBR:

Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis atau mencari saya
Selamat tinggal Mama


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak 5 Februari: Leo Lagi Asyik dengan Pasangan, Cancer Naik ke Jenjang Lebih Serius
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
• 1 jam lalusuara.com
thumb
BNPB: Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya Masih Status Tanggap Darurat
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Menang di Abu Dhabi Open 2026, Janice Tjen dan Alexandra Eala: Maju ASEAN!
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Enaknya Jadi Staf Khusus: Ketika Loyalitas Politik Mengalahkan Meritokrasi
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.