FAJAR, TORAJA — Pemandangan yang tidak enak dipandang di beberapa titik pinggiran aliran sungai Sadan, Toraja, Sulsel, pada Rabu pagi, 4 Februari.
Dimana terjadi penumpukan sampah plastik, sampah rumah tangga hingga sampah dari sisa pembuangan kegiatan Rambu Solo dan Rambu Tuka.
Salah satu titik yang paling menonjol ialah berada di Pangli dan di Malakiri, Toraja Utara, Sulsel.
Juga berada tak jauh dari Objek Wisata Ne’ Gandeng, Toraja Utara.
Dolla (25) Salah satu pengendara motor yang dijumpai, Harian Fajar, ketika melintas dilokasi mengatakan bahwa hal tersebut sudah berlangsung lama.
“Sampah di sini itu sudah dari tahun 2025 lalu. Saya sudah biasa lewat di sini karena saya biasa antar jualan ke pasar dekat sini,” ucapnya.
Ia berharap juga pemerintah hingga masyarakat sekitar, agar tetap menjaga kebersihan disini.
“Tolonglah pedulikan di sini, karena lingkungan ini juga erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Imbo (51), salah satu staf pengelola olahraga air (rafting) mengatakan bahwa ini juga berdampak kepada kegiatan wisata Toraja.
“Ini tentu berdampak bagi para tamu, turis hingga kami pengelola, masa sementara rafting liat sampah menumpuk di sepanjang jalur sungai, kan tidak elok. Ayo kita sama-sama perduli dengan lingkungan,” tutupnya. (edy)




