Saham ANTM-MDKA Cs Hijau Lagi saat Harga Emas Balik ke USD5.000

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten tambang emas kembali bergerak di zona hijau pada Rabu (4/2/2026), seiring harga logam mulia acuannya yang bangkit ke atas USD5.000 per troy ons.

Saham ANTM-MDKA Cs Hijau Lagi saat Harga Emas Balik ke USD5.000. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham emiten tambang emas kembali bergerak di zona hijau pada Rabu (4/2/2026), seiring harga logam mulia acuannya yang bangkit dan kembali menembus level psikologis USD5.000 per troy ons.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini dengan menguat 4,41 persen ke level Rp3.080 per unit.

Baca Juga:
Polri Tetapkan Tersangka IPO PIPA, Saham ARB 15 Persen

Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 4,00 persen ke Rp7.150 per unit.

Berikutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 3,14 persen ke harga Rp985 per unit, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 3,05 persen ke Rp4.050 per unit.

Baca Juga:
Bursa Asia Bergerak Beragam, Pasar Cermati Sentimen AI

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turut menguat 2,69 persen ke level Rp6.675 per unit, diikuti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang naik 2,64 persen ke Rp1.750 per unit.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) bertambah 1,96 persen ke Rp520 per unit, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 0,93 persen ke Rp2.180 per unit.

Baca Juga:
IHSG Berpotensi Koreksi, Pasar Cermati Tekanan Global hingga Daya Beli Domestik

Harga emas dunia kembali menembus level psikologis USD5.000 per troy ons pada Rabu, melanjutkan lonjakan lebih dari 6 persen pada sesi sebelumnya yang menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2008.

Kenaikan ini terjadi seiring masuknya aksi beli saat harga melemah (dip buying) setelah koreksi tajam di awal pekan.

Emas spot naik 2,1 persen ke USD5.051,59 per ons pada perdagangan Rabu pagi.

Ketegangan geopolitik turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menembak jatuh sebuah drone Iran di dekat kapal induk di Laut Arab.

Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan jalur diplomasi masih terbuka, dengan Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan AS-Iran tetap dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

“Dukungan struktural bagi logam mulia masih tetap kuat,” tulis dua analis valas OCBC Group Research dalam laporan riset, dikutip Dow Jones Newswires.

“Permintaan diversifikasi portofolio terus ditopang oleh risiko geopolitik, meningkatnya beban utang, serta ketidakpastian kebijakan AS,” imbuh mereka mereka.

Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) secara agresif mulai mereda setelah Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.

Meski demikian, pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, kemungkinan sekitar pertengahan tahun dan akhir 2026.

Di sisi lain, sejumlah data ketenagakerjaan utama AS, termasuk JOLTS dan laporan tenaga kerja bulanan, mengalami penundaan akibat penutupan sebagian pemerintahan.

DPR AS yang dikuasai Partai Republik juga dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Selasa atas paket pendanaan yang telah disetujui Senat. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Saif al-Islam Gaddafi, Putra Eks Pemimpin Libya yang Tewas Ditembak
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj Perketat Pengawasan Umrah, Pastikan Hak Jemaah Terlindungi
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Kesiapan LRT Jabodebek Jelang Lebaran 2026 Menjadi Prioritas KAI-DJKA
• 21 jam lalunarasi.tv
thumb
BNPB: Potensi tanah longsor tinggi, perlu jadi perhatian
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.