Akibat Pembangunan Gedung Mangkrak, KBM SD Negeri Di Depok Masih Banyak Dua Shift

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Depok, ERANASIONAL.COM – Kondisi pembangunan Gedung SDN Mekarsari 5, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok diketahui mangkrak selama kurang lebih lima tahun, sejak pertama kali dibangun. Akibatnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa terganggu.

Saat dikonfirmasi Wakil Kepala SDN Mekarsari 5, Ahmad mengungkapkan bahwa kondisi terbengkalai pembangunan rehabilitasi gedung sekolah tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meski pembangunan sarana sekolahnya itu sudah lama terbengkalai, namun pihaknya memilih untuk mengikuti prosedur Pemerintah

“Kurang lebih sih sudah lima tahun. Saat setelah dibangun, terbengkalainya,” ujar Ahmad dalam keterangannya kepada wartawan.

Sebagaimana diketahui belum rampungnya pembangunan gedung lantai dua dan tiga di sekolah tersebut berdampak hingga pada manajemen kelas. Dengan total 17 Rombongan Belajar (Rombel), maka sekolah kekurangan ruang kelas sehingga harus memberlakukan sistem waktu belajar pagi dan siang.

“Mengganggu sih tidak, cuma ini doang, cuma istilahnya cuma kebagian siang. Kalau misalkan rampung kan pagi semua, sekarang kan kurang ruang, jadi ada dibagi dua shift antara pagi dan siang,” ungkap Ahmad.

Selain masalah efisiensi waktu kelas, orang tua siswa juga mulai mengeluhkan aspek keamanan bangunan tersebut. Menanggapi kekhawatiran orang tua siswa, Kepsek Ahmad berharap pembangunan segera dituntaskan agar standar keamanan bagi siswa dapat terpenuhi.

“Ya kalau saya mah biar sekolah ya rampung aja sih, biar pembelajaran KBM-nya berjalan lancar,” harapnya.

Lebih lanjut, dia mengaku bahwa pihak sekolah melalui Kepala Sekolah telah mengajukan permohonan lanjutan pembangunan ke dinas terkait pada tahun anggaran sebelumnya. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah agar pembangunan dapat dilanjutkan.

Menanggapi hal itu, MT selaku orangtua murid yang meminta namanya tak disebutkan menyatakan bahwa kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baginya. Menurutnya, bangunan yang belum rampung tersebut dapat membahayakan para murid.

“Iya takut lah, karena bangunan belum selesai gitu, kan jadi membahayakan murid-murid. Lihat saja tuh bangunan ruangan kelas dan besi yang menonjol gitu, bahaya banget kan,” cetusnya.

Orangtua murid yang tiap hari mengantarkan anaknya ini berharap, agar pembangunan gedung sekolah segera selesai, sehingga para murid dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan waktu normal pagi semua.

“Ya kalau sekolah rapih kan, anak-anak tidak ada yang masuk siang, jadi masuk pagi semua. Siang atau sorenya bisa buat les-les gitu,” harapnya.

Sementara itu terpisah, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kota Depok, Zakky Fauzan menjelaskan, berdasarkan aturan sebelumnya bahwa pembangunan sekolah yang dikerjakan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim), dan Disdik adalah hanya untuk penerima manfaat saja.

“Tadi saya sudah konfirmasikan ke Sarpras, untuk tahun ini, memang rencananya kan pemeliharaan SD itu akan dikembalikan ke Disdik, di bidang Sarpras (Sarana Prasarana-red). Yang kondisinya hampir sama seperti Mekarsari 5 itu memang ada beberapa, ada beberapa sekolah yang tidak selesai sampai dengan lantai tiganya. Jadi cuma diselesaikan lantai satu, lantai dua gitu. Jadi 100 persen yang dari Disrumkim itu, dari konsultan, kontraktor pekerjaan, itu memang sebatas sampai lantai dua. Jadi di atas itu dak, tapak untuk persiapan lantai 3,” kata Zakky saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (2/2/2026).

Lebih lanjut Zakky menerangkan, kondisi serupa juga dialami di SDN Depok 1 dan sekolah yang terletak di wilayah Duren Seribu. Namun kondisinya, tidak menganggu KBM karena masih ada bangunan ruangan yang sudah rapih. Disamping itu, dia juga meminta sekolah untuk bertindak preventif melakukan pengamanan serta pengawasan kepada siswa agar tidak bermain di sekitaran lokasi yang membahayakan.

“Nah, kalau untuk Mekarsari 5, tahun ini akan direncanakan nanti di Anggaran Belanja Tambahan (ABT), akan dikaji ulang, bisa DED (Detail Engineering Design) yang semula ada di Disrumkim oleh Sarpras. Baru DED-nya doang tapi, rencananya tahun ini. Insya Allah tahun depan mudah-mudahan bisa diintervensi lagi untuk pembangunan sisanya,” terang Zakky.

Selain itu, Zakky beralasan bahwa ada skema lain untuk pembangunan lanjutan SDN Mekarsari 5 melalui Refit atau penyesuaian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2026.

“Misalnya nanti diusulkan nanti melalui Refit APBN. Tapi kalau untuk tahun ini dari Refit, belum ada, belum ada yang untuk tahun 2026 ini. Baru sebatas rencana akan dikaji ulang DED nya. Lalu soal pekerjaannya nanti di ABT, baru direncanakan Sarpras, gitu,” pungkas Zakky. (**)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemensos-BGN perluasan layanan SPPG untuk lansia dan disabilitas
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Haiti Hadapi Skotlandia di Laga Pembuka Boston
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Reaksi Purbaya usai Anak Buahnya di Pajak dan Bea Cukai Kembali Ditangkap KPK
• 49 menit laluliputan6.com
thumb
Karhutla meluas ke tujuh kecamatan, BPBD Sulteng tetapkan status siaga
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pramono Tegaskan Bakal Tertibkan Pemasangan Atribut Parpol di Flyover 
• 13 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.