JAKARTA, DISWAY.ID - Seluruh tokoh organisasi masyarakat Islam, PBNU, hingga NU mendukung Indonesia bergabung dalam dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP) usai mendapatkan penjelasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Ya (mendukung)," kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Januari 2026.
Gus Yahya mengungkapkan alasan dukungan tersebut.
"Setelah mendapatkan penjelasan mengenai pertimbangan-pertimbangan pada level kebijakan mengenai hal ini, karena untuk membuat pilihan kebijakan itu tentu kan ada realitas yang harus diperhatikan, ada yang harus dikalkulasi dan lain sebagainya," katanya.
BACA JUGA:PBNU, Muhammadiyah hingga MUI Diundang Prabowo ke Istana Hari Ini
Gus Yahya, sapaannya, mengatakan dalam pertemuan itu, Prabowo menjelaskan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk bergabung ke dalam BoP.
"Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden," ujar dia.
Ia menegaskan bahwa pada tataran nilai dan prinsip, tidak ada perbedaan pandangan.
Semua pihak sepakat menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan bagi semua bangsa, termasuk Palestina, sebagai amanat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BACA JUGA:Gus Yahya: Tak Ada Campur Tangan PBNU dalam Kasus Yaqut di Korupsi Haji
"Pada tataran kebijakan, tadi kami mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat terkait dengan keadaan yang sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia untuk agar Indonesia ini bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina," imbuhnya.
Ia menjelaskan dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap mengedepankan konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga berpartisipasi di dalam Board of Peace tersebut.
"Sehingga, hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina," jelasnya.
BACA JUGA:Dipimpin Rais Aam, Pleno PBNU Sepakat Ampuni Gus Yahya
Gus Yahya mengatakan keputusan Indonesia bergabung ke BoP juga disertai dengan sikap kewaspadaan.
- 1
- 2
- »




