jpnn.com, BANDUNG - Tanah longsor menerjang Dusun Gunung Bangka 2, RT 29 RW 10, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis pada Senin (2/2/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari.
BACA JUGA: 6 Pekerja Tambang Timah di Bangka Tewas Tertimbun Tanah Longsor
"Curah hujan yang sangat deras menyebabkan kolam ikan di atas permukiman warga, tidak mampu menahan debit air hingga akhirnya jebol. Material tanah kemudian menimpa rumah warga," kata Hidayatullah, Selasa (3/2).
Material longsor dengan lebar sekitar 25 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter tersebut menimpa rumah milik Ikah (73 tahun). Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri.
BACA JUGA: Tim SAR Sudah Evakuasi 83 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua
“Korban sedang beristirahat di dalam rumah. Karena kejadian berlangsung cepat, korban tertimbun material longsoran dan meninggal dunia di lokasi,” ujarnya.
Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya yakni Jemaludin (35 tahun) dan Viqi Alvarez (18 tahun) mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.
BACA JUGA: TRKM Group Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Longsor di Cisarua
Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami kerusakan berat dengan kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Usai menerima laporan, aparat kepolisian bersama unsur TNI, BPBD, dan masyarakat setempat langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, membersihkan puing bangunan, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
“Kami telah melakukan penanganan awal di lokasi, termasuk evakuasi korban dan pendataan saksi-saksi. Peristiwa ini sudah kami laporkan ke satuan atas," jelasnya.
Korban meninggal dunia telah dimakamkan di TPU Dusun Gunung Bangka 2, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih. Sementara itu, aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, guna mengantisipasi potensi bencana susulan. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


