Dua ekor buaya muara berukuran dua dan tiga meter dievakuasi tim Rescue Damkar Karawang, Jawa Barat. Reptil pemangsa itu merupakan peliharaan warga yang mengaku sudah menyerah memelihara dan khawatir mengancam keselamatan.
Kabid Damkar Kabupaten Karawang, Encep Supriyadi, menyebut evakuasi itu dilakukan pada Senin (2/2) kemarin berdasarkan laporan warga yang masuk ke satuannya.
Dia menuturkan, evakuasi pertama dilakukan di wilayah Poponcol, Kelurahan Karawang Kulon. Di sana, petugas mengevakuasi seekor buaya sepanjang dua meter dengan bobot sekitar 30 kilogram.
Tim lalu bergerak di lokasi kedua di wilayah Pakuncen di rumah warga berinisial AA. Di lokasi tersebut, petugas mengevakuasi seekor buaya dengan ukuran 3 meter.
Proses penangkapan dilakukan oleh tujuh personel tim Rescue Damkar dan berlangsung tanpa hambatan. Evakuasi tersebut juga turut disaksikan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Evakuasi di lokasi kedua disaksikan langsung oleh tim dari KKP dan berlangsung sekitar 30 menit," katanya, Selasa (3/2).
Encep menuturkan, pelaporan dilakukan oleh pemilik karena merasa keberadaan buaya tersebut semakin berisiko mengancam keselamatan. Terlebih tingginya curah hujan belakangan ini dikhawatirkan membuat buaya lepas dari kandang.
“Pemilik khawatir karena buaya semakin besar dan kandangnya sudah tidak memadai. Dengan kondisi hujan deras, dikhawatirkan buaya bisa lepas,” jelasnya.
Berdasarkan pengakuan masing-masing pemilik, kata dia, dua ekor buaya tersebut dipelihara sejak masih sebesar tokek.
Encep mengatakan, hewan buas itu dipelihara layaknya hewan jinak dan bahkan kerap digendong oleh anggota keluarga. Namun seiring waktu, ukuran dan panjang buaya rupanya sudah melebihi kapasitas kandang yang tersedia.
Atas hal itu, Encep menegaskan bahwa buaya bukan satwa yang boleh dipelihara secara sembarangan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara satwa liar tanpa izin dan standar pemeliharaan yang jelas. Jika memiliki satwa berbahaya, segera laporkan kepada petugas agar tidak menimbulkan risiko,” tegasnya.





