JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis politik, Burhanuddin Muhtadi, berpendapat akan lebih baik Presiden Prabowo Subianto membenahi kebijakan yang bisa jadi sasaran empuk lawan politiknya.
Burhanuddin menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Prabowo agar pihak yang tidak menyukainya untuk bertarung pada Pilpres 2029 mendatang.
Adapun pernyataan Prabowo terkait hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (3/2/2026).
"Kalau pertanyaannya kepada siapa pernyataan itu dituju, tentu Pak Prabowo yang paling tahu ya,” kata Burhanuddin dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Penasihat Presiden Bantah Ormas Islam Berdebat dengan Prabowo Subianto soal BOP: Justru Apresiasi
"Tetapi kalau kita lihat pelaksanaan Pilpres 2024 lalu, Februari tanggal 14, itu berarti per hari ini tuh tinggal 3 tahun lagi, tarik ke depan itu 3 tahun lagi kita akan menghadapi Pemilu tahun 2029."
Lama atau tidaknya waktu untuk sampai di 2029, menurut Burhanuddin, sangat relatif. Sebab, meningkatkan popularitas dan elektabilitas dalam politik tidak bisa secepat dan semudah membalikkan telapak tangan.
“Jadi perlu waktu. Nah pada titik itu, tentu ada dua hal yang biasa dilakukan. Satu, dengan cara promosi diri ya kampanye positif. Dua, dengan cara men-discourage lawan, kampanye negatif, lebih khusus black campaign,” ujarnya.
"Nah, dua cara itu bisa saja dilakukan. Tetapi, menurut saya akan jauh lebih baik buat Presiden Prabowo untuk lebih melakukan koreksi dan introspeksi ke dalam."
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini berpendapat, sebaiknya Presiden melakukan pembenahan pada program yang perlu dibenahi agar tidak menjadi sasaran empuk lawan politiknya.
“Kalau misalnya ada kebijakan yang memang perlu dilakukan pembenahan, sebelum itu dijadikan makanan empuk oleh rival politiknya, lebih baik lakukan semacam self-correction,” tuturnya.
“Itu menutup peluang buat munculnya pihak-pihak yang tadi disebut Mas Dahnil sebagai “kebelet” ya.”
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- presiden prabowo
- prabowo subianto
- pilpres 2029
- burhanuddin muhtadi
- kebijakan prabowo





