Bertarung di 2029, Analis: Prabowo Sebaiknya Benahi Kebijakan yang Bisa Jadi Sasaran Empuk Lawannya

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (4/2/2026). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis politik, Burhanuddin Muhtadi, berpendapat akan lebih baik Presiden Prabowo Subianto membenahi kebijakan yang bisa jadi sasaran empuk lawan politiknya.

Burhanuddin menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Prabowo agar pihak yang tidak menyukainya untuk bertarung pada Pilpres 2029 mendatang.

Adapun pernyataan Prabowo terkait hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (3/2/2026).

"Kalau pertanyaannya kepada siapa pernyataan itu dituju, tentu Pak Prabowo yang paling tahu ya,” kata Burhanuddin dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Penasihat Presiden Bantah Ormas Islam Berdebat dengan Prabowo Subianto soal BOP: Justru Apresiasi

"Tetapi kalau kita lihat pelaksanaan Pilpres 2024 lalu, Februari tanggal 14, itu berarti per hari ini tuh tinggal 3 tahun lagi, tarik ke depan itu 3 tahun lagi kita akan menghadapi Pemilu tahun 2029."

Lama atau tidaknya waktu untuk sampai di 2029, menurut Burhanuddin, sangat relatif. Sebab, meningkatkan popularitas dan elektabilitas dalam politik tidak bisa secepat dan semudah membalikkan telapak tangan.

“Jadi perlu waktu. Nah pada titik itu, tentu ada dua hal yang biasa dilakukan. Satu, dengan cara promosi diri ya kampanye positif. Dua, dengan cara men-discourage lawan, kampanye negatif, lebih khusus black campaign,” ujarnya.

"Nah, dua cara itu bisa saja dilakukan. Tetapi, menurut saya akan jauh lebih baik buat Presiden Prabowo untuk lebih melakukan koreksi dan introspeksi ke dalam."

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini berpendapat, sebaiknya Presiden melakukan pembenahan pada program yang perlu dibenahi agar tidak menjadi sasaran empuk lawan politiknya.

“Kalau misalnya ada kebijakan yang memang perlu dilakukan pembenahan, sebelum itu dijadikan makanan empuk oleh rival politiknya, lebih baik lakukan semacam self-correction,” tuturnya.

“Itu menutup peluang buat munculnya pihak-pihak yang tadi disebut Mas Dahnil sebagai “kebelet” ya.”

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • presiden prabowo
  • prabowo subianto
  • pilpres 2029
  • burhanuddin muhtadi
  • kebijakan prabowo
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR nilai insiden siswa di NTT jadi alarm serius pemenuhan hak anak
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Tim DVI Terima 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua
• 18 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
• 48 menit lalusuara.com
thumb
Perintah Amran, Beras SPHP Terus Diguyur Sampai Akhir Februari 2026
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
• 9 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.