BANDUNG, KOMPAS- Tiga orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan di jalan Tol Cikopo-Palimanan KM 93A jalur A, wilayah Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026) dini hari. Pengemudi diduga mengantuk sehingga kurang antisipasi dan menabrak kendaraan di depannya.
Data yang dihimpun Kompas dari pengelola Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan kepolisian setempat menyebutkan, pukul 03.12 WIB telah terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 93+700 arah menuju Cirebon.
Kecelakaan ini melibatkan kendaraan Suzuki APV dan sebuah truk. Akibat benturan tersebut, pengemudi APV bernama Ahim Suganda bersama dua penumpangnya, Ajun Junaedi (25), dan Ahmad (45), tewas di lokasi kejadian.
Adapun dua penumpang di mobil yang dikemudikan Ahim, yakni Nanang Dulman (46) dan Adam Maulana (18), mengalami luka-luka.
Petugas patroli, derek, dan paramedis Astra Tol Cipali bersama PJR segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari pengguna jalan.
Petugas paramedis tiba di lokasi pada pukul 03.18 dan segera melakukan penanganan darurat. Seluruh korban dievakuasi menuju RS Abdul Radjak, Purwakarta.
"Astra Tol Cipali menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka," kata Corporate Communications & Sustainability Management Department Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo.
Ardam menuturkan, investigasi lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut ditangani Polres Subang. Adapun proses evakuasi di lokasi kejadian selesai pada pukul 05.48.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara. Hal ini mencegah resiko kecelakaan saat berkendara.
"Apabila merasa lelah atau mengantuk, segera beristirahat di rest area maupun alternatif tempat istirahat di luar gerbang tol terdekat demi keselamatan bersama," katanya.
Berdasarkan kronologi sementara, kecelakaan itu bermula saat kendaraan Suzuki APV bernomor polisi E 1299 VT yang dikemudikan oleh Ahim Suganda (42) melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak kendaraan di depannya. Pengemudi mobil diduga kurang antisipasi akibat mengantuk. Hingga kini, mobil yang ditabrak dan belum teridentifikasi, dan diduga langsung meninggalkan lokasi kecelakaan.
"Kejadian ini mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka, serta arus lalu lintas sempat terganggu. Diduga pengemudi APV mengantuk," ujar Kepala Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cipali Inspektur Dua Dikdik Haryadi.
Kepala Unit Laka Satlantas Polres Subang Inspektur Satu Sahroni mengatakan, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini telah dibawa sebagai barang bukti di tempat penyimpanan kendaraan KM 92 B Tol Cipali.
"Sementara pengemudi truk yang terlibat kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan," tuturnya.
Spesialis Neurologi Konsultan Neurovaskuler, dr Abdul Gofir, dalam opininya di Kompas.id (11 November 2021), memaparkan, mengendarai kendaraan memerlukan stamina fisik yang memadai dan konsentrasi penuh. Kelelahan fisik, keadaan stres, kurang tidur, dan kondisi konsentrasi menurun membahayakan diri dan lingkungan.
Kondisi kelelahan, mengantuk, dan microsleep dari pengemudi disinyalir juga berperan dalam tingginya angka kecelakaan ini.
Microsleep adalah episode tidur singkat (1-15 detik) dengan gejala berupa mata menutup, perubahan atensi, dan penurunan aktivitas gelombang otak melalui perekaman otak.
”Upaya mencegah microsleep antara lain menjaga kualitas tidur yang sehat. Kunci pencegahannya, modifikasi risiko, edukasi gejala microsleep, pencegahan dan istirahat, serta pengobatan henti napas saat tertidur dan hipersomnia (tidur berlebihan),” katanya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478784/original/010546900_1768923115-14.jpg)
