Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menggagalkan upaya pencurian minyak di wilayah kerja Prabumulih, Sumatera Selatan, dengan temuan berupa truk bertangki modifikasi di dekat sumur produksi.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan temuan truk bertangki modifikasi di dekat sumur produksi mengindikasikan adanya praktik pengambilan minyak ilegal yang dilakukan secara terencana.
Peristiwa itu terungkap di sekitar SP 1 TTB, ujar dia. Tim Security PEP Prabumulih Field bersama Tim Pengamanan Tertutup (PAMTUP) Zona 4 menemukan sebuah truk terperosok di jalan belakang SP 1 TTB (Tanjung Tiga Barat) menuju Sumur 49, Sabtu (31/1), sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia mengatakan truk tersebut menggunakan tangki khusus yang tidak lazim untuk kendaraan angkutan biasa.
Pemeriksaan awal menunjukkan truk itu mengangkut sekitar 10 ton minyak mentah yang diduga berasal dari sumur migas di sekitar lokasi. Volume muatan dan penggunaan tangki modifikasi menunjukkan bahwa pengangkutan tersebut tidak dilakukan secara spontan.
Guna menindaklanjuti temuan itu, ia mengatakan PEP Prabumulih Field segera berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan pengembangan kasus.
Selama olah tempat kejadian perkara, pengamanan diperketat dan pengecekan dilakukan terhadap sumur-sumur di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan adanya aktivitas serupa.
“Kami mengapresiasi dukungan Polsek Lembak dalam penanganan kejadian ini,” ujar Luthfi.
Minyak mentah yang ditemukan disita sebagai barang bukti dan dititipkan di Pusat Pengumpul Produksi Prabumulih. Truk diamankan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Luthfi menegaskan penggagalan pencurian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga objek vital nasional demi keberlanjutan pasokan energi,” ujar dia.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, Senior Manager Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan temuan truk bertangki modifikasi di dekat sumur produksi mengindikasikan adanya praktik pengambilan minyak ilegal yang dilakukan secara terencana.
Peristiwa itu terungkap di sekitar SP 1 TTB, ujar dia. Tim Security PEP Prabumulih Field bersama Tim Pengamanan Tertutup (PAMTUP) Zona 4 menemukan sebuah truk terperosok di jalan belakang SP 1 TTB (Tanjung Tiga Barat) menuju Sumur 49, Sabtu (31/1), sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia mengatakan truk tersebut menggunakan tangki khusus yang tidak lazim untuk kendaraan angkutan biasa.
Pemeriksaan awal menunjukkan truk itu mengangkut sekitar 10 ton minyak mentah yang diduga berasal dari sumur migas di sekitar lokasi. Volume muatan dan penggunaan tangki modifikasi menunjukkan bahwa pengangkutan tersebut tidak dilakukan secara spontan.
Guna menindaklanjuti temuan itu, ia mengatakan PEP Prabumulih Field segera berkoordinasi dengan Polsek Lembak untuk penanganan hukum dan pengembangan kasus.
Selama olah tempat kejadian perkara, pengamanan diperketat dan pengecekan dilakukan terhadap sumur-sumur di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan adanya aktivitas serupa.
“Kami mengapresiasi dukungan Polsek Lembak dalam penanganan kejadian ini,” ujar Luthfi.
Minyak mentah yang ditemukan disita sebagai barang bukti dan dititipkan di Pusat Pengumpul Produksi Prabumulih. Truk diamankan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Luthfi menegaskan penggagalan pencurian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga objek vital nasional demi keberlanjutan pasokan energi,” ujar dia.



