Bisnis.com, MALANG — Menghadapi tekanan inflasi pada periode Imlek dan Ramadan yang jatuh pada Februari, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang akan meningkatkan intensitas pemantauan harga dan siap untuk menggelar operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Dedy Prasetyo mengatakan untuk inflasi Januari Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,10% (month-to-month/mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm) berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
"Dengan capaian tersebut, Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 3,33% (year-on-year/yoy), berada di atas inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 3,29 (yoy), namun masih berada di bawah inflasi tahunan nasional sebesar 3,55% (yoy)," ucap Dedy Prasetyo, Selasa (3/2/2026).
Deflasi IHK pada Januari 2026, kata dia, didorong oleh penurunan harga kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34% (mtm).
Berdasarkan penyebabnya, deflasi Kota Malang terutama didorong oleh penurunan harga komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah, masing-masing dengan andil sebesar -0,07%, -0,07%, -0,07%, -0,06%, dan -0,05% (mtm).
Penurunan harga daging dan telur ayam ras tersebut dipengaruhi oleh lancarnya pasokan barang serta berkurangnya permintaan daging dan telur ayam ras setelah momen Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga
- PLN Operasikan Gardu Induk 500 kV Baru Penopang Paiton di Jawa Timur
- Harga Komoditas Pangan Turun, Probolinggo Deflasi 0,03%
- LPS Bayar Klaim Penjaminan 88% Simpanan Nasabah BPR Prima Master Bank
Sementara itu, penurunan komoditas hortikultura cabai rawit, cabai merah dan bawang merah seiring dengan terjaganya jumlah pasokan di tengah periode musim panen raya pada sentra produksi.
Deflasi yang lebih dalam, kata Dedy, tertahan oleh beberapa komoditas yang mencatatkan inflasi, yakni emas perhiasan, jeruk, kontrak rumah, bawang putih, dan apel dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,22%, 0,03%, 0,02%, 0,02%, dan 0,01% (mtm).
Kenaikan harga emas perhiasan seiring peningkatan harga komoditas emas dunia yang terus berlanjut. Sedangkan peningkatan komoditas kontrak rumah disebabkan oleh pemberlakukan tarif baru oleh pemilik rumah yang dilakukan setiap awal tahun.
Selanjutnya, kenaikan harga komoditas jeruk dan apel seiring dengan kenaikan permintaan. Sementara itu, kenaikan harga bawang putih dikarenakan pada bulan Januari belum ada realisasi impor bawang putih dari negara produsen, sementara sekitar 90–95% kebutuhan bawang putih dalam negeri dipenuhi dari pengadaan luar negeri.
Tekanan inflasi Kota Malang pada Januari 2026 masih terkendali dalam rentang sasaran. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi solid yang dilakukan TPID melalui sinergi kolaboratif dalam pengendalian inflasi, antara lain keikutsertaan dalam Capacity Building TPID 29-30 Januari 2026 berkolaborasi dengan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam rangka evaluasi dan penguatan program pengendalian inflasi oleh TPID, pemantauan harga bahan pangan pokok selama bulan Januari 2026, dan keikutsertaan pada rakor TPID mingguan bersama Kemendagri selama Januari 2026.



