Jakarta, tvOnenews.com - Motif sementara anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu mulai digali pihak kepolisian.
Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.
Korban berinisial YBR ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan motif anak 10 tahun itu memilih cara bunuh diri dengan gantung diri diduga karena masalah ekonomi.
"Motif utama karena hal itu, namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP, karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Terkait temuan ini, Rudi menyebut pihaknya mengirimkan konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga khususnya orang tua YBR.
"Tim sudah ke Kabupaten Ngada dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata dia.
Rudi mengatakan tim yang dikirim terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo.
Dia menyebut peristiwa anak kelas IV SD bunuh diri dengan cara gantung diri menjadi perhatian serius. (ant/nsi)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5103614/original/091264500_1737463753-WhatsApp_Image_2025-01-21_at_19.39.46_998c35d1.jpg)