Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama jajaran self regulatory organization (SRO) menggelar pertemuan dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/2). Pertemuan itu untuk membahas rencana peningkatan porsi saham publik (free float) menjadi 15% dari posisi saat ini sebesar 7,5%.
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, dalam pertemuan tersebut AEI menyampaikan sejumlah masukan. Salah satunya terkait dengan bagaimana emiten di pasar modal dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan peningkatan free float ke depan.
Hasan menjelaskan, Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono memberikan beberapa masukan terkait kebijakan yang sedang didorong otoritas. Di antara usulan yang disampaikan Armand yaitu agar peningkatan free float ke level 15% dilakukan secara bertahap, terukur, dan hati-hati. Menurut Armand, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kapasitas pasar serta berbagai risiko yang menyertai proses penyesuaian.
Selain itu, AEI juga memberikan saran terkait penguatan transparansi informasi ultimate beneficial ownership (UBO) serta klasifikasi investor guna meningkatkan kualitas basis investor di pasar modal. AEI turut mendukung rencana peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, khususnya untuk kepemilikan di atas 1%.
Adapun .asukan lainnya berkaitan dengan penataan peran serta pembatasan tertentu bagi investor institusi guna menjaga keseimbangan pasar.
“Tentu kami sejalan, pada saat ini kami gulirkan, berbarengan kami juga harus memikirkan bagaimana mendorong lebih banyak partisipasi aktif dari investor-investor institusi besar, baik domestik maupun global,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/1).
Dia menuturkan, OJK dan AEI juga mendiskusikan upaya penguatan program pendidikan berkelanjutan dan literasi keuangan bagi investor, termasuk pendidikan berkelanjutan bagi pengurus emiten.
Hasan menyebutkan, kebijakan peningkatan free float sejatinya telah memperoleh dukungan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR beberapa waktu lalu. Parlemen memberikan arahan dan dukungan kepada OJK dan BEI untuk mendorong peningkatan porsi saham publik beserta regulasi pendukungnya.
Beberapa catatan yang disampaikan antara lain agar kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat emiten berkapitalisasi besar, meningkatkan likuiditas pasar, serta mencegah potensi manipulasi harga. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat transparansi dan kepercayaan investor, sekaligus mendorong pendalaman pasar melalui pengembangan produk dan layanan.
Hasan menuturkan, kebijakan yang tengah didorong OJK ini sejalan dengan praktik serta ekspektasi penyedia indeks global, yaitu Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menjadikan tingkat free float sebagai salah satu indikator penting dalam penilaian kualitas pasar dan perhitungan indeks.
“Implementasi kebijakan ini akan terus kami pantau, kami monitor dengan ketat agar ini semua dilakukan dengan asas kehatian-kehatian yang tinggi,” kata Hasan.
OJK juga berkomitmen membuka ruang dialog yang intensif dengan industri dan seluruh pemangku kepentingan guna mengidentifikasi risiko sejak dini serta mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan. Bersama BEI, OJK akan terus menilai kesiapan masing-masing emiten, kondisi pasar, serta kapasitas penyerapan investor dalam proses peningkatan free float.
Di sisi lain, Armand menyatakan komitmen AEI untuk bekerja sama dengan SRO, bursa, OJK, dan para emiten dalam membangun pasar modal Indonesia yang berkelas dunia dan berstandar internasional.
Menurut Armand, peningkatan porsi saham beredar di publik menjadi arah kebijakan yang positif dan akan didukung AEI. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara hati-hati dan kolaboratif, dengan mempertimbangkan kemampuan pasar dalam menyerap saham serta kecocokan antara emiten dan investor.
“Tentu semua aturan-aturan yang membangun sehingga pasar modal Indonesia lebih transparan, governance lebih baik, manajemen di emiten juga lebih baik, tentu akan kami dukung semuanya,” ujarnya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489488/original/098392100_1769872869-12.jpg)

