Bisnis.com, JAKARTA - Harga Bitcoin ambles ke level terendah sejak Donald Trump kembali menjabat Presiden AS setahun lalu. Koreksi ini juga menghapus seluruh kenaikan yang dicapai pasca-kemenangan Trump dalam pemilu Presiden AS.
Melansir Bloomberg pada Rabu (4/2/2026), Bitcoin memperpanjang tren penurunan hampir empat bulan terakhir dengan menembus level US$74.424,95, yang menjadi harga terendah sepanjang 2025. Level tersebut terakhir terlihat pada 7 April, setelah rencana awal tarif Presiden Trump mengguncang pasar keuangan global.
Bitcoin sempat ambles hingga 7% ke level US$72.877 pada perdagangan Selasa (3/2/2026) waktu setempat, atau terendah sejak 6 November 2024. Harga kemudian memangkas pelemahan dan diperdagangkan di kisaran US$75.800.
“Ada banyak trader yang mencoba membeli saat harga turun dengan bertaruh pada pemulihan di atas US$80.000,” ujar Senior Derivatives Trader FalconX, Bohan Jiang.
Namun, seiring Bitcoin terus melemah, posisi-posisi tersebut terpaksa dilikuidasi dan justru menambah tekanan pada harga. Padahal, meskipun Gedung Putih kini dipimpin pemerintahan yang ramah terhadap kripto dan adopsi institusional terus meningkat, Bitcoin telah merosot sekitar 40% sejak mencetak rekor tertinggi pada awal Oktober lalu.
Kejatuhan ini dipicu oleh gelombang likuidasi besar pada 10 Oktober akibat komentar tambahan Trump terkait tarif, yang menghapus sekitar US$19 miliar posisi leveraged di pasar kripto. Hingga kini, pasar belum sepenuhnya pulih dari tekanan tersebut.
Baca Juga
- Para Pemilik Bitcoin Terbesar di Dunia saat Harga Anjlok
- Harga Bitcoin Kian Jeblok imbas Kehilangan Momentum dan Kepercayaan Pasar
- ASET DIGITAL : Bitcoin Respons Tensi AS-Eropa
Pelemahan terbaru Bitcoin terjadi di tengah gejolak pasar global. Pekan lalu, pasar logam mulia mengalami kejatuhan tajam setelah reli spekulatif, sementara indeks S&P 500 pada Selasa terkoreksi dari level mendekati rekor akibat aksi jual saham teknologi.
Dari sisi derivatif, pasar kripto mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan lantaran minimnya katalis positif. Data CME dan Coinglass menunjukkan open interest kontrak berjangka kripto merosot tajam sepanjang akhir pekan.
Sementara itu, funding rate kontrak perpetual—yang mendominasi volume perdagangan aset digital—berubah negatif, menandakan meningkatnya permintaan terhadap posisi bearish.
Meski permintaan terhadap opsi jual (put options) mulai mereda, konsentrasi harga strike menunjukkan pelaku pasar masih diliputi kekhawatiran. “Sentimen kripto berada di titik terendah,” kata Partner SignalPlus yang berbasis di Hong Kong, Augustine Fan.
Menurutnya, volatilitas kembali meningkat setelah tren penurunan panjang, mencerminkan pasar yang bergerak dalam fase bear market.
Presiden Pro-KriptoDi luar tekanan harga akibat tarif pada April tahun lalu, Bitcoin sebelumnya relatif bertahan di atas level US$75.000 yang dicapai setelah terpilihnya kembali Trump, yang menjanjikan kebijakan lebih ramah terhadap industri kripto.
Namun, tekanan jual berlanjut sejak aksi jual besar pada Oktober. Kendati sempat mencatat pemulihan hampir 7% pada pekan Thanksgiving, sentimen kembali memburuk pada Desember di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan potensi gelembung kecerdasan buatan (AI).
Partisipasi investor ritel pun terus menyusut, meskipun sebagian investor institusional bertahan. Sejumlah pemegang Bitcoin jangka panjang tercatat telah melepas aset senilai miliaran dolar.
Indeks MarketVector Digital Assets 100 Small-Cap, yang melacak 50 aset kripto berkapitalisasi kecil, tercatat anjlok hampir 70% dalam setahun terakhir. Kinerja altcoin juga tertinggal dibandingkan Bitcoin dan Ether, terutama setelah kedua aset utama tersebut memperoleh persetujuan produk exchange-traded fund (ETF) di AS dan menarik dana institusional.
Sebaliknya, ETF spot yang banyak dimiliki investor ritel justru mencatat arus keluar miliaran dolar pada November. “Bitcoin masih diperdagangkan layaknya aset berisiko tinggi, bukan sebagai emas digital. Ini bukan berarti tesisnya gagal, tetapi belum sepenuhnya terwujud," ujar Morten Christensen, trader sekaligus pengelola AirdropAlert.com



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F01%2F23%2F57c30011-9c16-4322-ab18-a715cc879a47.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492015/original/084666700_1770114778-1000762126.jpg)
