Peluang Terbuka, Kampus Negeri di Surabaya Tambah Kapasitas

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, KOMPAS — Kampus negeri di Surabaya, Jawa Timur, menambah daya tampung mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. Namun, peningkatan kapasitas belum linier dengan kesempatan diterima karena persaingan atau seleksi masih ketat.

Peningkatan kapasitas berkisar 30-800 kursi. Peningkatan terkecil ialah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dengan 30 kursi, yakni dari 2.060 menjadi 2.090. Peningkatan tertinggi ialah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 800 kursi yakni dari 21.021 menjadi 21.821.

Meskipun ada peningkatan kapasitas tetapi persaingan masuk kampus negeri cukup berat. Sebagai contoh, dari 21.021 mahasiswa baru Unesa 2025/2026, yang diterima lewat jalur seleksi 15.075 orang. Sebanyak 6.262 mahasiswa berasal dari seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) terpilih dari 44.204 pendaftar sehingga keketatan 14-15 persen. Sebanyak 8.813 mahasiswa berasal dari seleksi nasional berbasis tes (SNBT) terpilih dari 66.673 pendaftar sehingga keketatan 13-14 persen.

Di Surabaya, ibu kota Jatim, ada 12 perguruan tinggi negeri yang 4 kampus di antaranya institusi pendidikan kedinasan. Untuk kampus kedinasan ialah Politeknik Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan, Politeknik Penerbangan dan Politeknik Pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan, dan Akademi Angkatan Laut (AAL) di bawah Tentara Nasional Indonesia.

Baca JugaEmpat Kampus di Surabaya Buka Jalur SNBP untuk 257 Program Studi

Kampus bukan kedinasan ialah Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Unesa, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan PPNS.

Mengutip dari laman topuniversities.com, Rabu (4/2/2026), dari 1.500 kampus terkemuka dunia, kampus dari Surabaya yang masuk di dalamnya ialah Unair dengan ranking 297 dan ITS dengan ranking 509. Unair berada di urutan keempat kampus nasional atau setelah Universitas Indonesia (189), UGM (224), dan ITB (255). Berikutnya ialah Institut Pertanian Bogor (IPB) di ranking 399 diikuti ITS (509) lalu ada Universitas Padjajaran (Unpad) di ranking 515.

Posisi kampus dalam pemeringkatan dunia turut mempengaruhi persepsi dan pandangan calon mahasiswa. Tembus ke kampus negeri terkemuka merupakan kebanggaan. Dari daftar tadi diketahui ada tujuh kampus dengan peringkat terbaik dari Indonesia. UI di Jakarta-Depok, UGM di Yogyakarta, ITB dan Unpad di Bandung, Unair dan ITS di Surabaya, dan IPB di Bogor. Surabaya bersaing dengan Bandung yang menempatkan masing-masing dua kampus di jajaran perguruan tinggi elite.

”Ada dua kampus yang ditugaskan segera masuk dalam 500 besar, yakni ITS dan Unpad. Nah, untuk ITS ditargetkan masuk 300 besar pada 2030,” ujar Rektor ITS Bambang Pramujati yang akrab disapa Bepe.

Guru besar teknik mesin ini melanjutkan, tahun ajaran lalu mengukuhkan 6.993 mahasiswa baru. Untuk tahun ini direncanakan menampung 7.160 mahasiswa baru sehingga ada peningkatan 167 kursi. ”Peningkatan kapasitas secara bertahap karena kami juga perlu menambah sarana dan prasarana,” kata Bepe.

Bepe mengatakan, peningkatan daya tampung diharapkan memperbanyak riset hingga penghiliran sampai lulusan. Konteksnya, mendorong kampus berdampak dan bersolusi untuk masalah global. Dari sinilah kemudian reputasi kampus teknologi dibangun.

Secara terpisah, Rektor Unair Mohammad Madyan pernah mengatakan, kapasitas kampus tahun ini berkisar 9.400-9.500 mahasiswa. Jumlah itu meningkat dibandingkan sebelumnya yang 9.200-9.300 mahasiswa.

Menurut Madyan, Unair terus berusaha meningkatkan reputasi. Pemeringkatan menjadi penting dan perlu terus diperbaiki. Kenaikan ranking dibarengi pengajaran kepada mahasiswa dengan semangat global. Riset dan penghiliran hasil penelitian terus diupayakan membawa manfaat bagi masyarakat dan dunia.

Baca JugaBiaya Tinggi Jalur Mandiri Kampus Negeri Surabaya

Untuk UPN Veteran Jatim, daya tampung meningkat dari 6.670 menjadi 6.890 atau 220 kursi. Peningkatan ini lumayan mengingat tahun lalu total peminatnya mendekati 52.000 orang.

UINSA menambah kapasitas dari 3.016 kursi menjadi 3.541 kursi. PENS meningkatkan daya tampung dari 2.400 menjadi 3.000. PPNS telah dijelaskan tadi. Untuk UT Surabaya, di admisi awal 2026 mengukuhkan 9.789 mahasiswa baru yang termasuk dalam 42.611 mahasiswa aktif saat ini.

Adanya peningkatan kapasitas ini diharapkan lebih membuka peluang bagi calon mahasiswa yang tertarik kuliah di Surabaya. Hal itu antara lain terbuka luas bagi mereka yang bermukim di Surabaya atau kabupaten terdekat yakni Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

”Tujuan kuliah saya memang di Surabaya, kalau bisa ITS atau Unair lewat seleksi,” ujar Rizky Mahendra (17), siswa kelas XII SLTA di Surabaya. Menurutnya, jika bisa tembus kampus negeri di Surabaya lewat jalur SNBP atau SNBT berarti menekan pengeluaran ekonomi keluarga untuk pembiayaan pendidikan tinggi.

”Kan tidak perlu indekos, bisa mengurangi jajan makanan dan minuman serta transportasi, sekaligus mengembangkan jaringan untuk pekerjaan tidak terbatas di Surabaya,” kata Rizky.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bertemu Prabowo 4 Jam, Ormas Islam Dukung Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dipanggil Polda Metro Jaya Atas Kasus Mens Rea, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Akan Menghindar
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
SMARTFREN Perluas Jangkauan 5G di Makassar, Wali Kota Apresiasi Event Fun Run
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Bikin Ngiler, Pendapatan Petinggi 10 Perusahaan Ini Tembus Triliunan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Polri Tangani Kasus Pasar Modal, Pengamat Ungkap Dampaknya ke Minat Investor
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.