Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pihaknya tengah berkonsentrasi pada proses evakuasi dan penanganan bencana longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya baru menuntaskan pemberian santunan bagi korban yang meninggal dunia sebesar Rp25 juta yang diberikan pada ahli waris korban.
“Per orang Rp25 juta, itu sudah,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Pihaknya kini akan berfokus untuk memberikan kompensasi pada warga yang rumahnya terdampak longsor dengan memberikan bantuan uang kontrak rumah Rp10 juta, kemudian warga yang berada di zona merah namun rumahnya tidak terkena longsor sebesar Rp5 juta untuk kontrak rumah.
“Karena itu bukan rumah yang longsor. Dan setelah itu kita memikirkan untuk membangun rumah hunian baru,” katanya.
Terkait dugaan tindak pidana yang memicu kejadian longsor yang menewaskan 80 orang ini, Dedi Mulyadi memilih menyerahkan hal tersebut pada pihak aparat penegak hukum. Namun ia mengusulkan urusan mengusut bencana ini lebih baik dilakukan setelah masalah sosial warga terdampak tertangani seluruhnya.
Baca Juga
- Hujan Lebat dan Angin Kencang Diperkirakan Landa Sulsel 3-5 Februari, Waspada Banjir dan Longsor!
- Hari Ke-10 Evakuasi Longsor Cisarua, Pencarian 6 Korban Diintensifkan
- Sebanyak 20 Warga Belum Ditemukan, Evakuasi Longsor Cisarua Dilanjutkan
“Ya, yang menyelidiki bukan gubernur nanti setelah selesai. Gini saja, kita hari ini jangan dulu fokus ke persoalan pidana. Kita beresin aspek-aspek yang sifatnya sosial. Nanti setelah sosialnya beres ee kita mengarah pada aspek-aspek yang bersifat pelanggaran,” katanya.
Di lokasi, tim SAR gabungan kembali menemukan jenazah pada hari kesebelas operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, jumlah korban meninggal yang ditemukan pada Selasa (3/2/2026) sebanyak dua kantong jenazah.
Dengan demikian, sejak hari pertama hingga hari kesebelas operasi SAR, total korban meninggal yang telah dievakuasi sebanyak 85 kantong jenazah. Kantong jenazah itu telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI). Hingga Selasa (3/2/2026) pukul 16.00 WIB, total jenazah yang telah diidentifikasi sebanyak 66 jiwa.
Kondisi cuaca pada operasi SAR hari kesebelas cerah berawan sepanjang hari sehingga pencarian korban longsor berjalan optimal. Ade mengapresiasi kinerja personel SAR gabungan, baik Basarnas, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemda, BUMN, BUMD, relawan, dan media yang tetap solid hingga hari kesebelas pencarian korban.
"Semangat, soliditas dan disiplin tim tetap terjaga meskipun operasi dilaksanakan dalam durasi panjang dan medan menantang," katanya.





