FAJAR, MAKASSAR-Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, memaparkan perkembangan dan capaian strategis pada momen Wisuda Periode Februari 2026, Tahun Akademik 2025/2026. Wisuda berlangsung pada Selasa dan Rabu (3 dan 4 Februari 2026), di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas, Tamalanrea.
Unhas semakin menegaskan jati diri institusi sebagai perguruan tinggi bereputasi, baik di tingkat nasional maupun global. Berbagai prestasi Unhas merupakan gambaran komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, berdaya saing, dan berdampak.
“Capaian Unhas tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi seluruh elemen sivitas akademika. Kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra strategis telah membentuk budaya kerja yang solid, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” kata Prof JJ dalam sambutannya.
Unhas menekankan pentingnya penguatan budaya ilmiah yang terbuka, inklusif, dan berorientasi global sebagai pondasi peningkatan kualitas akademik dan riset. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan reputasi internasional serta menyiapkan sivitas akademika yang adaptif, kolaboratif, dan mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Salah satu inisiatif strategis yang terus dikembangkan adalah Thematic Research Group (TRG), yang terbukti mampu meningkatkan eksposur akademisi Unhas di tingkat nasional dan internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset lintas negara.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut dengan menyelenggarakan Nobel Laureate Lecture, menghadirkan ilmuwan peraih Nobel sebagai bagian dari langkah strategis internasionalisasi perguruan tinggi. Momentum ini membuka ruang dialog ilmiah, memperluas jejaring dan kolaborasi riset yang berdampak bagi sivitas akademika Unhas dan Indonesia.
Keunggulan Unhas semakin diperkuat melalui kolaborasi internasional yang luas. Hingga saat ini, Unhas telah menjalin kemitraan strategis dengan 909 institusi internasional yang tersebar di 45 negara. Kemitraan tersebut membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset bersama, pertukaran akademik, serta berbagai program inovatif yang mendukung daya saing global.
“Manfaatkan jaringan internasional ini sebaik-baiknya. Kolaborasi yang telah terbangun bukan hanya milik universitas, tetapi juga menjadi akses bagi para alumni untuk terus berkembang, baik di dunia akademik, industri, maupun kewirausahaan,” kata Prof. JJ.
Prof JJ juga berpesan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan dan keahlian dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*/)



