GenPI.co - Saat harga emas melambung, warga China ramai-ramai menjual perhiasan lama dan barang pusaka keluarga.
Mulai dari cincin warisan hingga koin antik, semua dilepas untuk mendapatkan uang tunai.
China merupakan konsumen emas terbesar di dunia.
Ketika harga emas mendekati USD 5.600, banyak pemilik emas memilih menjual aset mereka.
Mesin berwarna kuning cerah milik perusahaan perdagangan emas Kinghood Group di Shanghai menjadi pusat perhatian.
Seorang pelanggan bernama Wu (54) mengatakan tidak pernah menyangka harga emas akan naik sedrastis ini.
Wu mengaku ingin menjual koin emas bergambar panda yang dibelinya pada 2002.
Sebelumnya, dia juga telah menjual cincin warisan mendiang ayahnya melalui mesin yang sama dan memperoleh sekitar 10.000 yuan.
"Tiba-tiba semua orang membicarakan emas dan ini membangkitkan emosi tersendiri," kata Wu, dilansir AFP, Selasa (3/2).
Pelanggan lainya, Zhao, membawa cincin peninggalan mendiang kakeknya ke mesin tersebut.
Permukaan cincin dihiasi aksara China bermakna "keberuntungan" dan motif batangan emas tradisional.
Dia memperkirakan cincin itu dibeli pada 1980-an dan baru diwariskan kepadanya tahun ini.
"Jika harganya bagus, saya akan menjualnya," ujarnya, sambil menunggu giliran.
Beberapa menit setelah cincin dimasukkan ke dalam mesin, layar menampilkan penawaran pembelian dari Kinghood senilai lebih dari 12.000 yuan.
Zhao pun menyetujui syarat dan ketentuan, lalu memasukkan nama lengkap, nomor identitas, serta detail rekening bank.
Di layar siaran langsung, cincin kakeknya tampak meleleh menjadi cairan emas.
Petugas memastikan uang akan ditransfer penuh ke rekening Zhao.
Zhao mengatakan lebih percaya pada mesin otomatis dibandingkan toko emas konvensional.
"Di tempat lain, emas diuji dengan cara dibakar sedikit. Di sini, pengujiannya dilakukan langsung dan terbuka, jadi lebih transparan," katanya. (*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5122239/original/082727700_1738731861-WhatsApp_Image_2025-02-05_at_08.27.51.jpeg)

