Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id atau telepon darurat 119 ext. 8 atau WhatsApp +62 813-8007-3120.
YBS, siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, berinisial YBS, mengakhiri hidupnya pada Kamis (29/1) siang.
Sebelum anak berusia 10 tahun itu meninggal dunia, ia sempat meminta dibelikan buku dan pensil kepada ibunya. Namun, karena tak mempunyai uang, sang bunda tak bisa memenuhinya.
Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan warga tempat tinggalnya di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu.
Bernardus H Tage, Camat Jerebuu, mengatakan, berdasarkan pengakuan para tetangga, YBS adalah anak baik, jarang terlihat sedih, dan juga rajin belajar meski secara perekonomian sangat kekurangan.
Ia juga dikenal cerdas dan ramah di sekolahnya.
Sehari sebelumnya, YBS menginap di rumah ibunya. Saat itulah dia sempat minta uang untuk membeli buku serta pena.
"Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS ada di kandungan," ujar Bernadus
Tinggal Bersama Nenek 80 Tahun
Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang sudah berumur 80 tahun. Sementara ibu dan bapak tirinya tinggal di kampung sebelah bersama lima saudaranya.
"Dia jarang mendapat kasih sayang, karena dia merupakan anak dari suami ketiga ibunya," ucapnya.
Dia menjelaskan, YBS ditemukan sudah tak bernyawa pada Kamis siang oleh warga setempat yang kebetulan tengah mengurus kerbau di sekitar rumah nenek korban.
Kamis paginya, kata Bernadus, warga sempat melihat YBS duduk di depan rumah. Padahal pagi itu ia seharusnya bersekolah.
Sementara MGT (47), ibu korban yang, menuturkan, pada malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah bersamanya. Keesokan paginya, korban dititipkan ke tukang ojek dengan tujuan pondok neneknya, sekitar pukul 06.00 Wita.
Ibu korban sempat memberikan nasihat terakhir kepada korban agar rajin bersekolah. Ibunya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan. Saat ini memperoleh uang memang tidak mudah.
Setelah ditemukan meninggal dunia, aparat Polres Ngada juga mengkonfirmasi menemukan secarik kertas bertulis tangan memakai bahasa daerah setempat. Isinya adalah surat perpisahan YBS kepada sang ibu dan keluarga.
Begini bunyi surat korban dalam bahasa daerah Ngada:
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.
Kasi Humas Polres Ngada lpda Benediktus E Pissort membenarkan bahwa surat tersebut diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
”Ini berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan,” ujar Benediktus.




