Penulis: Andi Yashinta
TVRINews, Denpasar
Pemerintah Kota Denpasar menargetkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dapat mulai beroperasi pada tahun 2027. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di tengah tingginya volume timbulan sampah harian yang hingga kini masih melampaui kapasitas pengolahan di kota ini.
Jaya Negara mengungkapkan, saat ini timbulan sampah harian di Kota Denpasar mencapai lebih dari 1.400 ton per hari. Sementara itu, kemampuan pengolahan sampah rata-rata baru berada di kisaran 800 ton per hari. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus mengambil langkah transisi sebelum PSEL benar-benar beroperasi penuh.
Sebagai langkah jangka pendek hingga menengah, Pemkot Denpasar terus mengoptimalkan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di wilayah kota. Upaya tersebut diperkuat dengan penambahan mesin pengolahan sampah berkapasitas sekitar 500 ton per hari, guna menekan jumlah sampah yang tidak tertangani.
Selain optimalisasi TPST, pemerintah kota juga menyiapkan berbagai teknologi pengolahan ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah pengadaan mesin berbasis energi baru terbarukan (EBT), mesin gasifikasi, serta mesin hybrid yang dirancang untuk mengurangi residu sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan.
“Berbagai teknologi ini menjadi bagian dari upaya transisi sambil menunggu PSEL beroperasi. Berbagai alat dan teknologi kita tambahkan untuk mendukung pengolahan dan pengelolaan samnpah di Kota Denpasar,” kata Jaya Negara, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Terkait proyek PSEL sendiri, Jaya Negara memastikan proses tender ditargetkan rampung paling lambat Juni 2026. Penetapan pemenang tender dinilai krusial agar tahapan konstruksi dan uji coba dapat berjalan sesuai rencana, sehingga PSEL dapat beroperasi penuh pada awal Januari 2027.
Ia juga menyebutkan, sejumlah pihak di tingkat pusat telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Tim Danantara bersama Kementerian terkait dikabarkan sudah turun ke lapangan untuk melihat kesiapan lokasi dan perencanaan teknis PSEL.
Sebagai informasi, proyek PSEL merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam percepatan pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi waste to energy.
Denpasar menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan mengembangkan sistem ini, seiring meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas pariwisata.
Dengan berbagai langkah transisi yang disiapkan, Pemkot Denpasar berharap persoalan sampah dapat tertangani secara bertahap, sembari menunggu beroperasinya PSEL sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F08%2F18%2F1b1a6360be79bac96619aaa4eaac2e62-20250818AGS_2.jpg)



