Fox Logger (IOTF) Catat EBITDA Tumbuh 2 Kali Lipat pada 2025

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga dua kali lipat.

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu dengan mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga dua kali lipat. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu. Perusahaan teknologi IoT dengan merek Fox Logger itu mencatat pertumbuhan positif pada pendapatan dan EBITDA.

Pendapatan IOTF pada tahun lalu tumbuh 5 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp63 miliar. Sementara, EBITDA yang tidak memasukkan komponen bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi tumbuh dua kali lipat dari sebelumnya Rp6,93 miliar.

Baca Juga:
Jelang Akuisisi, Calon Pemilik Baru Borong Saham IOTF di Pasar Reguler

Capaian tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi domestik dan global yang masih berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian. Selain itu, kinerja tersebut mencerminkan kekuatan fundamental IOTF yang semakin matang, didorong oleh efisiensi operasional yang terukur, peningkatan produktivitas SDM, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP). 

Penerapan AI dalam sistem ERP ini memungkinkan proses operasional berjalan lebih cepat, presisi, dan berbasis data real-time, sehingga menciptakan struktur biaya yang jauh lebih optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga:
GAIA Batal Akuisisi Fox Logger (IOTF), Ini Penyebabnya

CEO IOTF, Alamsyah mengatakan, lonjakan EBITDA yang jauh melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan bahwa perseroan tidak semata mengejar ekspansi topline, melainkan secara konsisten mengeksekusi strategi peningkatan margin, efisiensi biaya, dan kualitas laba.

“Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5 persen dibandingkan 2024, namun EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator yang sangat jelas mengenai kualitas pertumbuhan perseroan. Di tengah lingkungan ekonomi yang penuh tekanan dan ketidakpastian, kami memilih untuk tidak sekadar bertahan, melainkan memperkuat profitabilitas," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

"Kami menunggangi AI di ea modern dengan teknik berpikir tradisional, yaitu disiplin bisnis untuk mengekstraksi nilai dan menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat," kata Alamsyah.

Dia menambahkan, transformasi digital internal melalui ERP berbasis AI telah meningkatkan visibilitas kinerja operasional secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan manajerial, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya. 

Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Comeback Usai Hiatus, Grup Band Papinka Rilis Single Cinta Berakhir Luka
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Meski Akui Ressa sebagai Anak, Kasus Dugaan Penelantaran Anak Kemungkinan Berlanjut, Pihak Denada Tolak Gugatan Rp 7 Miliar
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Infrastruktur Pertamina di Balongan Perkuat Layanan Energi di Jabar-Jakarta
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor, Tembus 5.000 Ton di 2025
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelindo Multi Terminal Bumiharjo Bagendang Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
• 14 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.