Fitur selalu jadi topik seksi bila sedang mengamati mobil terkini atau bahkan tengah mempertimbangkan untuk membelinya. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, kita dapat menikmati segudang kelengkapan yang rasanya sukar dibayangkan pada masa lalu.
Maklum, membeli mobil saat ini tak sekadar alat transportasi untuk berpindah tempat, calon pemilik seolah membutuhkan kepastian terkait rasa nyaman dan aman. Mercedes-Benz adalah salah satu pionir pengembang teknologi berkendara yang paling berpengaruh.
Mari sejenak kita singkirkan fitur-fitur yang mulai ramai di telinga saat ini. Sebut saja salah satunya, Advanced Driver Assistant System (ADAS) yang berjalan pada sistem operasi perangkat lunak canggih dan bantuan segala macam sensor.
Namun lebih jauh, Mercedes-Benz ternyata banyak terlibat dalam pengembangan piranti keselamatan seperti kantung udara (airbag), rem ABS (Anti-lock Braking System), hingga ESP (Electronic Stability Program) sejak lama.
Status prestis memang tidak datang begitu saja, inovasi Mercedes-Benz untuk mengembangkan fitur-fitur di atas sudah dimulai sedari lebih dari lima dekade silam. Kini, kelengkapan serupa bisa dirasakan hampir pada setiap kendaraan keluaran terbaru.
Mulai tahun 1972, Mercedes-Benz untuk pertama kalinya meluncurkan mobil dengan sistem rem ABS untuk kendaraan penumpang seri S-Class W116. Tak berselang lama, pabrikan sukses mengadopsi fitur baru lainnya untuk model W126.
Produk yang terbit pada 1981 itu menjadi yang pertama disematkan driver airbag dan sabuk pengaman dengan fungsi pretensioner. Lompat ke tahun 1995, Mercedes-Benz W140 jadi yang perdana memiliki fitur ESP.
Mungkin tidak terlalu terdengar spesial untuk saat ini. Namun pada zamannya masing-masing, kemampuan teknologi anyar itu lah yang membuat kendaraan Mercedes-Benz punya nilai lebih, serta membawa arti mewah pada level berbeda.
Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat menjelaskan bahwa Mercedes-Benz sama arti dengan inovasi. Bermula pada 1886, Karl Benz mengambil keputusan yang membuat dunia mengingatnya sebagai pencipta konsep mobil pertama di dunia.
"Melalui perayaan 140 tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat keberlanjutan sebagai bagian dari identitas Mercedes-Benz,” ujar Donald Rachmat di Jakarta, Selasa (3/2/2026).



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5321621/original/020363000_1755677392-20250816AA_Persita_Tangerang_vs_Persebaya_Surabaya-25.jpg)