Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan bersih konglomerat pemilik Barito Group, Prajogo Pangestu, rebound setelah terkoreksi sepanjang pekan lalu hingga awal pekan ini.
Koreksi kekayaan para konglomerat Indonesia sebelumnya menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah MSCI mengumumkan pembekuan indeks saham-saham Indonesia terkait isu transparansi bursa.
Setelah sempat terjun ke level 7.000-an, IHSG kembali rebound, hingga Rabu (4/2/2026) pukul 15:27 WIB, bergerak di sekitar 8.130.
Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu juga ikut kembali naik. Menurut Forbes Real Time Billionaires Index, Rabu (4/2/2026), kekayaan Prajogo naik 6,38% atau US$1,7 miliar dalam satu sesi perdagangan terakhir.
Taipan terkaya Indonesia itu kini mengantongi kekayaan bersih senilai US$29,3 miliar. Dari sebelumnya peringkat ke-79 dunia, Prajogo kini naik ke posisi 75 dalam daftar tersebut.
Sebagai perbandingan, menurut Bloomberg Billionaires Index, kantong Prajogo kini bernilai US$34,4 miliar, mengalami kenaikan US$1,32 miliar dalam satu sesi perdagangan terakhir. Adapun, secara year to date (YtD), koreksi kekayaan Prajogo tercatat sebesar US$11,7 miliar.
Baca Juga
- Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bakal Buyback Saham Rp2 Triliun
- IHSG Hari Ini (4/2) Dibuka Menguat, Saham Prajogo (BRPT - CDIA) Hingga Bakrie (BRMS) Kembali Melaju
- Aksi Serok BlackRock di Saham-Saham Prajogo
Dalam daftar Bloomberg, Prajogo menempati posisi ke-69 dunia dan tetap nomor wahid di Indonesia.
Pada saat yang sama hingga Rabu (4/2/2026) pukul 15:27 WIB, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terpantau naik 0,305 ke leel Rp8.250, disusul PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang stagnan di posisi Rp6.150 per saham.
Adapun, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 6,60% ke posisi Rp2.100, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) terangkat 3,00% ke level Rp1.715, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) naik 4,21% ke posisi Rp6.800, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) stagnan di posisi Rp1.075 per saham.



