Kejar Lifting 610 Ribu Barel per Hari, SKK Migas Optimalkan 39 Sumur Minyak

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sumur-sumur minyak potensial ini memiliki cadangan sumber daya melimpah.

Kejar Lifting 610 Ribu Barel per Hari, SKK Migas Optimalkan 39 Sumur Minyak (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaksimalkan 39 sumur potensial yang tersebar di Indonesia untuk mengejar target lifting 610 ribu barel per hari. 

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, sumur-sumur minyak potensial ini memiliki cadangan sumber daya melimpah. Eksplorasi seturut penemuan cadangan yang dilakukan beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:
Kementerian ESDM, SKK Migas, dan KKKS Salurkan Bantuan 12 Ton ke Korban Bencana Sumatera

"Dan ada 5 kegiatan yang kami harapkan dan mohon doa dari Bapak dan Ibu semua, sumur-sumur yang ada di Sumatera, ada di lepas pantai Natuna, ada di Laut Arafura, maupun di Jawa, untuk bisa memberikan hasil positif dengan temuan-temuan yang kita nilai bisa menjadi bagian dari big fish ataupun giant discovery," kata Rikky dalam acara diskusi daring, Rabu (4/1/2026).

Rikky memaparkan, SKK Migas menemukan 301 struktur yang berpotensi jadi kilang minyak. Dari jumlah itu, sebanyak 79 struktur sudah dalam proses penentuan status eksplorasi atau PSE, dengan potensi 259 Million Barrels of Oil (MMBO) dan 3,9 Trillion Cubic Feet (TCF).

Baca Juga:
SKK Migas Dorong Kompetensi Generasi Muda di Sektor Energi

Dalam konteks idle wells (sumur menganggur), SKK Migas memetakan potensi cadangan minyak dari 4.500 yang tersebar. Rinciannya adalah sebanyak 4.200 milik Pertamina, dan sisinya kepemilikan swasta.

"Ini yang harapan kami, apa yang dilalui pada 2024 maupun 2025 dengan temuan di Andaman maupun di Kutai Basin, akan diikuti dari wilayah lain," katanya.

Baca Juga:
SKK Migas dan Petrogas Memulai Proyek CEOR di WK Kepala Burung Papua

Menurut Rikky, pemanfaatan atas penemuan sumur baru atau sumur minyak eksisting menjadi penting terus dilakukan karena tren belakangan menunjukkan penurunan sumber daya.

"Kami melihat bahwa penurunan alamiah produksi di lapangan-lapangan tua dengan decline hampir 3,9 persen sampai 4,5 persen harus kami tahan dengan sangat masifnya kegiatan eksplorasi di Indonesia," kata dia.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Setelah Kevin Diks, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kunjungi Latihan Sassuolo demi Jay Idzes
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Penyakit dan Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Rekomendasi Genteng dan Harganya Terbaru 2026, Kualitas Awet dan Tahan Lama!
• 4 jam laludisway.id
thumb
KTT D-8 2026 di Jakarta, Kemenlu: Persiapan Berjalan Lancar
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.