Nanning (ANTARA) - Hanoi Industrial Vocational College dan Nanning Vocational and Technical University baru-baru ini resmi meluncurkan program pendidikan bersama di jurusan teknologi elektro industri dengan fokus pada pengembangan dan pengaplikasian produk cerdas.
Sebagaimana dikatakan Nanning Vocational and Technical University kepada Xinhua, program tersebut memiliki masa studi selama tiga tahun dan ditujukan bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan di Vietnam yang mengantongi sertifikat kelulusan pendidikan umum, atau setara dengan SMA.
Kedua pihak bersama-sama menyusun rencana pelatihan talenta profesional dan kurikulum, dengan metode pembelajaran tatap muka.
Kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan sebagian di Vietnam dan lainnya di China, menggunakan bahasa Vietnam dan bahasa Mandarin, dan lulusannya akan mendapatkan ijazah dari kedua institusi.
Penanggung jawab program itu menguraikan bahwa program tersebut bertumpu pada China-Vietnam Electronic Information Modern Craftsman Institute dan menerapkan model pelatihan "1+1+1".
Mahasiswa menjalani tahun pertama studi di Hanoi Industrial Vocational College, tahun kedua di Nanning Vocational and Technical University, dan tahun ketiga di perusahaan mitra yang dibangun bersama Modern Craftsman Institute untuk pembelajaran, pelatihan praktik, dan magang.
Model pelatihan mengadopsi kerja sama tiga pihak "sekolah-sekolah-perusahaan" dan pendekatan terintegrasi "bahasa Mandarin + keterampilan + budaya", agar mahasiswa tidak hanya menguasai keahlian profesional saja, tetapi juga bahasa Mandarin serta memahami budaya China dan budaya perusahaan.
China-Vietnam Electronic Information Modern Craftsman Institute didirikan bersama oleh Nanning Vocational and Technical University, Hanoi Industrial Vocational College, serta Suzhou Funaier Technology Vietnam Co., Ltd., dan resmi diluncurkan pada Oktober 2023 lalu di Hanoi Industrial Vocational College.
Disampaikan Kepala Sekolah Hanoi Industrial Vocational College Pham Thi Hang, sejak kerja sama tersebut dijalin pada 2023, institusi yang dipimpinnya telah mengirim lebih dari 2.000 mahasiswa untuk mengikuti berbagai program pelatihan, yang mencakup bidang mekanika elektronika, industri elektronika, dan automasi.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, kedua pihak membentuk tim pengajar beranggotakan 25 orang untuk memastikan keberhasilan pelatihan bersama.
Mereka menyusun standar profesional dan kurikulum internasional dwibahasa Mandarin-Vietnam, serta membangun basis pelatihan seluas 1.500 meter persegi di Provinsi Bac Ninh, Vietnam.
Selain itu, mereka mengembangkan dua buku ajar tingkat nasional dan lebih dari 10 sumber pengajaran internasional yang diakui oleh otoritas pendidikan provinsi.
Peralatan dan sistem pengajaran juga dikembangkan, termasuk mesin pembelajaran AI+HSK dan lini produksi simulasi virtual kembar digital AI.Program ini juga menyelenggarakan kompetisi keterampilan, forum akademik, serta kegiatan pertukaran budaya.
Lebih lanjut, mereka memimpin pembentukan Aliansi Pendidikan-Industri Manufaktur Cerdas Informasi Elektronika China-Vietnam, yang diikuti lebih dari 60 institusi, termasuk perusahaan terkemuka yang beroperasi di Vietnam seperti Luxshare, TCL, Foxconn, dan Haizhichen, serta sejumlah perguruan tinggi. Aliansi ini membangun sistem pelatihan talenta internasional yang terpadu.
Guangxi telah mendirikan 17 China-ASEAN Modern Craftsman Institute di 10 negara ASEAN. Hingga Desember 2025, institusi tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 30 kompetisi keterampilan teknis, mengembangkan lebih dari 270 mata pelatihan, meluluskan lebih dari 1.000 mahasiswa program akademik, serta melaksanakan hampir 50.000 kali pelatihan keterampilan teknis.
Selain Vietnam, China-ASEAN Modern Craftsman Institute juga mengadakan pengajaran di bidang industri gula dan bisnis lintas batas di Thailand, serta mengembangkan pelatihan talenta di bidang peralatan transportasi cerdas dan kendaraan energi baru di Indonesia.
Pada gelaran China-ASEAN Expo tahun lalu, Guangxi merilis rencana pembangunan China-ASEAN Modern Craftsman Institute versi 2.0 yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), serta Program Pengembangan Talenta Kecerdasan Buatan "Seratus-Ribu-Juta" bagi ASEAN.
Program ini menargetkan pelatihan ratusan talenta inovatif masa depan digital, ribuan talenta profesional digital tingkat tinggi, dan puluhan ribu talenta digital tingkat terampil dalam kurun waktu tiga tahun guna membangun rantai talenta komprehensif yang berakar di Guangxi dan menjangkau seluruh ASEAN.
Kalangan industri menilai bahwa seiring kian eratnya keterkaitan industri antara China dan ASEAN, kerja sama pendidikan vokasi sedang bertransformasi dari pendekatan proyek tunggal menuju sistem yang lebih terpadu dengan mekanisme yang lebih matang.
Melalui pendidikan bersama, kolaborasi sekolah-perusahaan, serta pembangunan standar keterampilan sebagai pendorong utama, kerja sama pendidikan vokasi China-ASEAN terus membina talenta teknis terampil berkemampuan praktik yang kuat dan literasi lintas budaya untuk mendukung pembangunan ekonomi regional.
Sebagaimana dikatakan Nanning Vocational and Technical University kepada Xinhua, program tersebut memiliki masa studi selama tiga tahun dan ditujukan bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan di Vietnam yang mengantongi sertifikat kelulusan pendidikan umum, atau setara dengan SMA.
Kedua pihak bersama-sama menyusun rencana pelatihan talenta profesional dan kurikulum, dengan metode pembelajaran tatap muka.
Kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan sebagian di Vietnam dan lainnya di China, menggunakan bahasa Vietnam dan bahasa Mandarin, dan lulusannya akan mendapatkan ijazah dari kedua institusi.
Penanggung jawab program itu menguraikan bahwa program tersebut bertumpu pada China-Vietnam Electronic Information Modern Craftsman Institute dan menerapkan model pelatihan "1+1+1".
Mahasiswa menjalani tahun pertama studi di Hanoi Industrial Vocational College, tahun kedua di Nanning Vocational and Technical University, dan tahun ketiga di perusahaan mitra yang dibangun bersama Modern Craftsman Institute untuk pembelajaran, pelatihan praktik, dan magang.
Model pelatihan mengadopsi kerja sama tiga pihak "sekolah-sekolah-perusahaan" dan pendekatan terintegrasi "bahasa Mandarin + keterampilan + budaya", agar mahasiswa tidak hanya menguasai keahlian profesional saja, tetapi juga bahasa Mandarin serta memahami budaya China dan budaya perusahaan.
China-Vietnam Electronic Information Modern Craftsman Institute didirikan bersama oleh Nanning Vocational and Technical University, Hanoi Industrial Vocational College, serta Suzhou Funaier Technology Vietnam Co., Ltd., dan resmi diluncurkan pada Oktober 2023 lalu di Hanoi Industrial Vocational College.
Disampaikan Kepala Sekolah Hanoi Industrial Vocational College Pham Thi Hang, sejak kerja sama tersebut dijalin pada 2023, institusi yang dipimpinnya telah mengirim lebih dari 2.000 mahasiswa untuk mengikuti berbagai program pelatihan, yang mencakup bidang mekanika elektronika, industri elektronika, dan automasi.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, kedua pihak membentuk tim pengajar beranggotakan 25 orang untuk memastikan keberhasilan pelatihan bersama.
Mereka menyusun standar profesional dan kurikulum internasional dwibahasa Mandarin-Vietnam, serta membangun basis pelatihan seluas 1.500 meter persegi di Provinsi Bac Ninh, Vietnam.
Selain itu, mereka mengembangkan dua buku ajar tingkat nasional dan lebih dari 10 sumber pengajaran internasional yang diakui oleh otoritas pendidikan provinsi.
Peralatan dan sistem pengajaran juga dikembangkan, termasuk mesin pembelajaran AI+HSK dan lini produksi simulasi virtual kembar digital AI.Program ini juga menyelenggarakan kompetisi keterampilan, forum akademik, serta kegiatan pertukaran budaya.
Lebih lanjut, mereka memimpin pembentukan Aliansi Pendidikan-Industri Manufaktur Cerdas Informasi Elektronika China-Vietnam, yang diikuti lebih dari 60 institusi, termasuk perusahaan terkemuka yang beroperasi di Vietnam seperti Luxshare, TCL, Foxconn, dan Haizhichen, serta sejumlah perguruan tinggi. Aliansi ini membangun sistem pelatihan talenta internasional yang terpadu.
Guangxi telah mendirikan 17 China-ASEAN Modern Craftsman Institute di 10 negara ASEAN. Hingga Desember 2025, institusi tersebut telah menyelenggarakan lebih dari 30 kompetisi keterampilan teknis, mengembangkan lebih dari 270 mata pelatihan, meluluskan lebih dari 1.000 mahasiswa program akademik, serta melaksanakan hampir 50.000 kali pelatihan keterampilan teknis.
Selain Vietnam, China-ASEAN Modern Craftsman Institute juga mengadakan pengajaran di bidang industri gula dan bisnis lintas batas di Thailand, serta mengembangkan pelatihan talenta di bidang peralatan transportasi cerdas dan kendaraan energi baru di Indonesia.
Pada gelaran China-ASEAN Expo tahun lalu, Guangxi merilis rencana pembangunan China-ASEAN Modern Craftsman Institute versi 2.0 yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), serta Program Pengembangan Talenta Kecerdasan Buatan "Seratus-Ribu-Juta" bagi ASEAN.
Program ini menargetkan pelatihan ratusan talenta inovatif masa depan digital, ribuan talenta profesional digital tingkat tinggi, dan puluhan ribu talenta digital tingkat terampil dalam kurun waktu tiga tahun guna membangun rantai talenta komprehensif yang berakar di Guangxi dan menjangkau seluruh ASEAN.
Kalangan industri menilai bahwa seiring kian eratnya keterkaitan industri antara China dan ASEAN, kerja sama pendidikan vokasi sedang bertransformasi dari pendekatan proyek tunggal menuju sistem yang lebih terpadu dengan mekanisme yang lebih matang.
Melalui pendidikan bersama, kolaborasi sekolah-perusahaan, serta pembangunan standar keterampilan sebagai pendorong utama, kerja sama pendidikan vokasi China-ASEAN terus membina talenta teknis terampil berkemampuan praktik yang kuat dan literasi lintas budaya untuk mendukung pembangunan ekonomi regional.




.jpg)