Penulis: Laksmi Dewi Ramadhani
TVRINews, Manado
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat sistem rantai pasok pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Langkah ini dilakukan agar pemenuhan kebutuhan gizi dapat dipasok secara mandiri dari setiap kabupaten dan kota di Sulut.
Program MBG diperkuat melalui ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), baik SPPG aglomerasi maupun SPPG di wilayah terpencil. Pemprov Sulut juga mendorong percepatan pembangunan dapur SPPG dan penguatan sistem distribusi pangan untuk menjamin keberlanjutan program tersebut.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menekankan pentingnya koordinasi antar kabupaten dan kecamatan dalam pemetaan kebutuhan dan pasokan pangan di setiap daerah.
“Kita membuat peta kebutuhan per kabupaten dan kecamatan. Setelah itu, dibuat peta suplai secara mandiri dari kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Ini membangun kolaborasi antara 15 kabupaten/kota untuk memenuhi tiga kebutuhan utama: beras, daging dan ikan, serta sayur dan buah-buahan,” ujar Victor Mailangkay.
Dengan pemetaan ini, setiap daerah diharapkan mengetahui komoditas pangan yang dapat dipasok serta kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga operasional SPPG dapat berjalan secara optimal.
Editor: Redaksi TVRINews


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2021%2F11%2F23%2Fa7cd0cea-7c76-4301-a251-a101e6eafce3_jpeg.jpg)


