TABLOIDBINTANG.COM - Komika Pandji Pragiwaksono buka suara terkait polemik materi stand up comedy dalam pertunjukan “Mens Rea” yang belakangan menuai sorotan.
Dampak dari kontroversi tersebut tak hanya menyeret dirinya, tetapi juga menyerang kehidupan pribadi, termasuk istri dan anaknya yang menjadi sasaran perundungan di media sosial.
Meski perundungan sudah menyentuh ranah keluarga, Pandji menegaskan dirinya tidak berniat membawa persoalan itu ke jalur hukum.
Pandji memilih bersikap tenang dan menghormati perbedaan pendapat yang muncul di ruang publik.
“Tidak sama sekali. Semua orang berhak punya opini, walaupun mungkin saya tidak sepakat. Tapi mereka tetap berhak atas opininya. Jadi saya nggak akan menuntut,” ujar Pandji Pragiwaksono di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Alih-alih terpancing emosi, Pandji justru memusatkan perhatian pada upaya klarifikasi melalui dialog. Salah satunya dengan mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan audiensi terkait materi lawakannya yang dinilai sebagian pihak menyinggung isu keagamaan.
“Saya datang untuk bersilaturahmi, bertabayyun, dan menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya,” tutur Pandji.
Menurut Pandji, komunikasi terbuka merupakan langkah terbaik ketika terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengaku bersyukur masih diberi ruang untuk berdialog dan menjelaskan secara langsung maksud dari karyanya.
“Kalau ada kebingungan atau ketidakjelasan soal pertunjukan saya, seharusnya dialog jadi langkah pertama. Alhamdulillah, dialog itu bisa terjadi,” ungkap Pandji.
Sikap Pandji tersebut turut ditegaskan oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar. Ia menyebut kliennya dikenal sebagai sosok yang selalu membuka pintu diskusi dan menjadikan dialog sebagai kunci penyelesaian masalah.
“Pandji memang penting untuk bertemu dan berdialog. Itu salah satu prinsip utamanya,” kata Haris.
Sementara terkait beredarnya potongan video pertunjukan yang diduga merupakan konten bajakan, Pandji memilih tak ambil pusing. Ia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak platform penayangan.
“Kalau soal itu, bukan ranah saya. Kalau dianggap pembajakan dari tayangan Netflix, silakan ditanyakan ke Netflix,” pungkas Pandji.




