Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Penambahan waduk dan pengelolaan catchment area di Banten diharapkan perkuat pasokan air Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memanfaatkan Bendung Polor di wilayah Tangerang, Banten, sebagai sumber air baku untuk pengolahan air bersih perpipaan yang dikelola PAM Jaya. Rencana ini menjadi bagian dari kerja sama lintas daerah antara Jakarta dan Banten.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kolaborasi antardaerah diperlukan untuk menyelesaikan persoalan strategis yang dihadapi kedua wilayah, terutama terkait ketersediaan air bersih dan pengendalian banjir.
Menurut Pramono, pengembangan Bendung Polor akan memberikan manfaat timbal balik. Banten akan memperoleh fungsi daerah tangkapan air yang lebih luas untuk menahan banjir, sementara Jakarta mendapatkan tambahan pasokan air baku bagi kebutuhan warganya.
“Jika Bendung Polor dikembangkan, Banten akan memiliki catchment area yang lebih besar untuk pengendalian banjir. Sementara bagi Jakarta, air tersebut bisa dimanfaatkan sebagai air baku yang dikelola PAM Jaya,” ujar Pramono kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia berharap pengembangan Bendung Polor, termasuk rencana penambahan waduk di wilayah Jakarta, dapat memperkuat kapasitas daerah tangkapan air di Banten sekaligus menjamin pasokan air bersih bagi Jakarta.
“Mudah-mudahan dengan penyelesaian Waduk Polor, catchment area di Banten semakin besar dan airnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Jakarta. Inilah bentuk simbiosis mutualisme antara Jakarta dan Banten,” kata Pramono.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan persoalan tata kelola air tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing daerah. Menurutnya, posisi Jakarta sebagai wilayah hilir membuat kerja sama lintas wilayah menjadi sebuah keharusan.
“Banten butuh Jakarta dan Jakarta butuh Banten. Salah satu bentuk realisasinya adalah pengelolaan saluran dan tata kelola air,” ujar Soni.
Ia menjelaskan aliran air dari wilayah hulu dan tengah, termasuk Banten, bermuara ke Jakarta. Kondisi tersebut meningkatkan potensi banjir, terutama ketika bersamaan dengan fenomena rob.
Soni menambahkan Bendung Polor merupakan bendung lama yang sebelumnya berfungsi untuk irigasi pertanian. Seiring perubahan fungsi wilayah, bendung tersebut kini diarahkan sebagai daerah tangkapan air dan sumber air baku.
“Sekarang kita sudah tidak punya lahan pertanian. Airnya diatur sebagai daerah tangkapan air dan dikelola sebagai air baku untuk kepentingan warga Banten dan Tangerang,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492035/original/016332500_1770115888-Screenshot_20260203_170339_Gallery.jpg)

