Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia periode 1999 - 2001, Alwi Shihab menjelaskan bahwa terdapat keuntungan Indonesia masuk ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza.
Alwi sendiri menjadi salah satu mantan Menlu yang datang ke Istana Negara untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada hari ini, Rabu (4/3/2026). Selain Alwi, terdapat sejumlah mantan Menlu lain yang datang ke Istana Negara, seperti Retno Marsudi hingga Marty Natalegawa.
"Pak presiden panggil kami ini yang bekas Menlu untuk mendapat masukan pendapat kami bagaimana, itu saja," kata Alwi di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (4/2/2026).
Di antara pendapat yang disampaikan mantan Menlu era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu adalah terkait keikutsertaan Indonesia di BoP. Alwi mendukung langkah pemerintah yang membawa Indonesia ke BoP.
"Ya ada keuntungan kita bergabung [BoP]," ujar Alwi.
Dengan bergabungnya Indonesia di BoP, dia menilai Indonesia bisa memperbaiki konstelasi perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina dari dalam.
Baca Juga
- 16 Ormas Islam Sepakat RI Gabung BoP: NU hingga Muhammadiyah
- Gaza Diserang Lagi, Menlu Sugiono Sebut Belum Ada Sanksi BoP ke Israel
- Indonesia Kecam Serangan Gaza, Sugiono: BoP Tetap Dievaluasi
"Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam kita bisa ngomong. Ini kan kita mau memperjuangkan Palestina," ujar Alwi.




