Liputan6.com, Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa tas milik seorang pelajar pelempar molotov di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, pada Selasa, 3 Februari 2026 tertulis sejumlah nama dari pelaku penembakan massal.
“Nama-nama yang tertera adalah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online,” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana di Jakarta, Rabu (4/2/2016), seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Mayndra merinci, nama pertama yang ditulis di tas tersebut adalah Stephen Paddock, yang merupakan pelaku penembakan massal Las Vegas 2017. Sekitar 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka saat pria itu memuntahkan peluru ke arah festival musik Route 91.
“Insiden ini termasuk penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat modern,” jelas dia.
Nama kedua adalah Adam Peter Lanza, seorang pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School 2012. Peristiwa tersebut diketahui menewaskan 20 anak-anak usia sekolah dasar dan 6 staf guru.
“(Adam Peter Lanza) sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik,” ungkapnya.
Lalu, nama ketiga adalah Seung-Hui Cho, pelaku penembakan Virginia Tech 2007 yang menewaskan 32 orang di kampus. Kasus penembakan tersebut menjadi salah satu kasus awal yang banyak dianalisis dalam studi tentang lone wolf dan alienasi sosial.




