Grid.ID - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat Tionghoa di berbagai negara mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun batin. Selain tradisi berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan khas, ada pula sejumlah pantangan Imlek yang dipercaya sebaiknya dihindari agar keberuntungan tidak menjauh sepanjang tahun.
Pantangan-pantangan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih diyakini hingga kini. Mulai dari hal sederhana seperti mencuci rambut, hingga kebiasaan yang jarang terpikirkan seperti membeli buku.
Lantas, apa saja pantangan Imlek yang sebaiknya dihindari? Berikut penjelasannya.
1. Membeli Buku Saat Imlek hingga Cap Go Meh
Salah satu pantangan yang cukup unik adalah membeli buku selama perayaan Imlek hingga Cap Go Meh. Dalam bahasa Mandarin, kata buku disebut shu, yang pengucapannya mirip dengan kata yang berarti kalah atau kehilangan.
Karena kesamaan bunyi tersebut, membeli buku dipercaya dapat membawa kesialan atau kekalahan sepanjang tahun yang baru. Tak hanya membeli, sebagian masyarakat juga menghindari memberikan buku sebagai hadiah saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Kepercayaan ini membuat banyak orang memilih menunda pembelian buku hingga rangkaian perayaan Imlek benar-benar usai.
2. Menghindari Mengenakan Pakaian Berwarna Putih
Pantangan Imlek berikutnya berkaitan dengan warna pakaian. Dalam sejumlah budaya Asia, termasuk budaya Tionghoa, warna putih kerap dikaitkan dengan kematian dan suasana berkabung.
Karena makna tersebut, warna putih dianggap kurang tepat dikenakan saat perayaan Tahun Baru Imlek yang identik dengan kebahagiaan dan awal baru. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan mengenakan warna-warna cerah, terutama merah, yang dipercaya melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif.
Tak heran jika nuansa merah selalu mendominasi dekorasi dan busana saat Imlek.
3. Tidak Menyapu atau Membersihkan Rumah
Menyapu atau membersihkan rumah saat hari Imlek juga termasuk pantangan yang cukup populer. Aktivitas ini dipercaya dapat menyapu rezeki dan keberuntungan yang baru saja datang di awal tahun.
Oleh karena itu, sebagian besar keluarga Tionghoa akan membersihkan rumah beberapa hari sebelum Imlek. Tujuannya adalah membuang kesialan dari tahun sebelumnya, sekaligus mempersiapkan rumah agar siap menyambut keberuntungan baru.
Pada hari Imlek, alat kebersihan seperti sapu biasanya disimpan dan tidak digunakan hingga hari-hari berikutnya.
4. Tidak Mencuci Rambut atau Memotong Rambut
Pantangan jelang Imlek 2026 lain yang sering diperhatikan adalah mencuci rambut (keramas) dan memotong rambut saat Imlek. Dalam kepercayaan tradisional, rambut melambangkan keberuntungan dan energi positif.
Mencuci atau memotong rambut di hari pertama Imlek dipercaya dapat menghilangkan atau merusak keberuntungan yang baru saja datang. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan untuk merapikan diri, potong rambut, dan keramas sekitar satu minggu sebelum Imlek.
Dengan begitu, penampilan tetap rapi tanpa harus melanggar pantangan yang diyakini.
5. Menangis Saat Perayaan Imlek
Menangis juga termasuk pantangan yang sebaiknya dihindari, terutama bagi anak-anak. Tangisan dipercaya sebagai simbol kesedihan, hukuman, dan pertanda buruk bagi keluarga.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, anak yang menangis saat Imlek diyakini dapat membawa nasib kurang baik sepanjang tahun. Karena itu, para orang tua biasanya berusaha ekstra menjaga suasana hati anak agar tetap ceria dan bahagia selama perayaan.
Imlek pun diupayakan menjadi momen penuh tawa, kebersamaan, dan energi positif.
Makna di Balik Pantangan Imlek
Meski terdengar sederhana, pantangan-pantangan Imlek sejatinya mengajarkan nilai kehati-hatian, harapan baik, dan optimisme dalam menyambut tahun baru. Terlepas dari masih diyakini atau tidak, tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dijaga hingga kini.
Dengan memahami pantangan Imlek 2026, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai tradisi sekaligus memaknai Tahun Baru Imlek sebagai momentum memulai hidup dengan semangat dan harapan baru. (*)
Artikel Asli



