Widiyanti Putri Wardhana Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia mengungkapkan dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.
Pemerintah mencatat lebih dari seribu objek pariwisata terdampak di tiga provinsi, dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliar Rupiah.
Menurut Menpar, pihaknya sudah meninjau langsung wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sekaligus melakukan pendataan terhadap amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata yang terdampak bencana.
“Kami telah meninjau langsung tiga provinsi terdampak dan mendata berbagai proyek amenitas, aksesibilitas, serta atraksi wisata yang terkena dampak bencana,” ujar Widiyanti dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Kata Menpar, di Provinsi Aceh, tercatat 914 objek pariwisata terdampak, terutama rumah makan dan daya tarik wisata. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp46 miliar, sementara nilai kerusakan infrastruktur diperkirakan Rp292,5 miliar.
Sementara itu, di Sumatra Utara terdapat 103 objek pariwisata terdampak, mayoritas merupakan usaha pariwisata. Kerugian ekonomi mencapai Rp20 miliar dengan nilai kerusakan sekitar Rp22,3 miliar.
Lalu, di Sumatera Barat, sebanyak 139 objek terdampak, terutama fasilitas umum seperti jembatan menuju desa wisata dan akses ke destinasi wisata. Kerugian ditaksir mencapai Rp16,7 miliar, dengan nilai kerusakan sekitar Rp45,6 miliar.
Widiyanti menegaskan, meski Kementerian Pariwisata bukan bagian dari Satuan Tugas Pemulihan Bencana, pihaknya tetap hadir untuk mendukung kebangkitan sektor pariwisata di daerah terdampak.
“Kami memang bukan anggota Satgas Pemulihan, tetapi sebagai pemerintah kami tetap hadir. Dalam rapat koordinasi terbaru, kami diminta mendukung penghidupan kembali daerah wisata di tiga provinsi ini,” jelasnya.
Dia menambahkan, fokus pemulihan juga diarahkan pada daerah yang tidak terdampak langsung, agar tetap mampu menerima manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.
“Kami akan terus mendorong kegiatan promosi serta kolaborasi dengan industri pariwisata dan sektor terkait, agar perputaran ekonomi di daerah tetap berjalan,” pungkas Widiyanti.(faz/rid)



