Bocah SD Gantung Diri, Gubernur NTT Akui Gagal: Ini Tamparan bagi yang Kita Kerjakan

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur NTT Melki Laka Lena mengakui kegagalan sistem yang ada di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga bocah kelas IV SD meninggal dunia dengan cara gantung diri. Hal ini dia sampaikan menanggapi meninggalnya bocah SD berusia 10 tahun, dengan cara gantung diri, karena masalah ekonomi orang tua.

“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Advertisement

Ia mengatakan, Pemda gagal untuk mendeteksi untuk membantu kesulitan yang dialami oleh bocah kelas IV SD tersebut. Menurut dia, kejadian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT yang selama ini sudah bekerja keras membangun NTT.

“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.

Menurut dia, apa yang sudah dikerjakan belum semuanya berhasil dan menambahkan pemerintah belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi yang dialami oleh anak tersebut.

“Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tambah dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
UNIFA Terima Kunjungan Silaturahmi Ombudsman Sulsel
• 9 jam laluharianfajar
thumb
AFC Umumkan Indonesia Salah Satu yang Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2031
• 6 jam lalumerahputih.com
thumb
Jakarta diperkirakan hujan pada Rabu siang hingga malam
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Vietnam Izinkan Investor Asing Transaksi Saham Tanpa Sekuritas Lokal
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Bakal Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 di Istiqlal
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.