Liputan6.com, Jakarta - Gubernur NTT Melki Laka Lena mengakui kegagalan sistem yang ada di tingkat provinsi, Kabupaten Ngada hingga bocah kelas IV SD meninggal dunia dengan cara gantung diri. Hal ini dia sampaikan menanggapi meninggalnya bocah SD berusia 10 tahun, dengan cara gantung diri, karena masalah ekonomi orang tua.
“Sebagai gubernur NTT tentunya saya berduka cita mendalam dengan kejadian di Jerebuu adik kita mesti meninggal karena kegagalan sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada sampai ke tingkat bawah, tentu dengan perangkat sistem yang lain,” katanya di Kupang, Rabu (4/2/2026).
Advertisement
Ia mengatakan, Pemda gagal untuk mendeteksi untuk membantu kesulitan yang dialami oleh bocah kelas IV SD tersebut. Menurut dia, kejadian ini merupakan tamparan keras bagi pemerintah Provinsi NTT yang selama ini sudah bekerja keras membangun NTT.
“Apapun kisahnya, ini merupakan tamparan keras bagi kemanusiaan kita, tamparan keras bagi semua yang sudah kita kerjakan,” ujar dia.
Menurut dia, apa yang sudah dikerjakan belum semuanya berhasil dan menambahkan pemerintah belum berhasil menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi yang dialami oleh anak tersebut.
“Ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tambah dia.




