Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Jakarta Selatan mencatat jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut mengalami penurunan pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada publikasi Jakarta Selatan dalam angka 2025, jumlah penduduk miskin pada 2024 tercatat sebanyak 70,60 ribu orang atau 3,03 persen dari total penduduk," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Akhmad mengatakan, angka tersebut menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 71,90 ribu orang atau 3,10 persen.
Kendati demikian, garis kemiskinan terus mengalami peningkatan. Pada 2024, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp928.278 per kapita per bulan, naik dibandingkan 2023 sebesar Rp891.580 per kapita per bulan.
"Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya biaya hidup di wilayah perkotaan," katanya.
Baca juga: DKI fokuskan penanggulangan kemiskinan di 10 kecamatan
Baca juga: Tingkat kemiskinan Jakarta naik, Pemprov DKI siapkan tujuh kebijakan
BPS juga mencatat perbaikan pada indikator kemiskinan, yakni Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,37 pada 2023 menjadi 0,27 pada 2024.
Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,09 menjadi 0,05, yang menunjukkan menurunnya kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2025 sebanyak 464,87 ribu orang, naik sebanyak 15,8 ribu orang dibandingkan September 2024 yang mencapai 449,07 ribu orang.
BPS DKI juga mencatat sejumlah faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan DKI Jakarta, salah satunya jumlah pekerja informal yang meningkat pada Februari 2025.
"Pada publikasi Jakarta Selatan dalam angka 2025, jumlah penduduk miskin pada 2024 tercatat sebanyak 70,60 ribu orang atau 3,03 persen dari total penduduk," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Selatan Akhmad Fikri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Akhmad mengatakan, angka tersebut menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 71,90 ribu orang atau 3,10 persen.
Kendati demikian, garis kemiskinan terus mengalami peningkatan. Pada 2024, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp928.278 per kapita per bulan, naik dibandingkan 2023 sebesar Rp891.580 per kapita per bulan.
"Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya biaya hidup di wilayah perkotaan," katanya.
Baca juga: DKI fokuskan penanggulangan kemiskinan di 10 kecamatan
Baca juga: Tingkat kemiskinan Jakarta naik, Pemprov DKI siapkan tujuh kebijakan
BPS juga mencatat perbaikan pada indikator kemiskinan, yakni Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,37 pada 2023 menjadi 0,27 pada 2024.
Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,09 menjadi 0,05, yang menunjukkan menurunnya kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2025 sebanyak 464,87 ribu orang, naik sebanyak 15,8 ribu orang dibandingkan September 2024 yang mencapai 449,07 ribu orang.
BPS DKI juga mencatat sejumlah faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan DKI Jakarta, salah satunya jumlah pekerja informal yang meningkat pada Februari 2025.



