Bukan Soal Alat Tulis! Polisi Ungkap FaktanAlasan di Balik Bocah SD Bunuh Diri di NTT

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Ngada, VIVA – Kepolisian menyampaikan perkembangan terbaru terkait kematian tragis anak berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi memastikan, peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan permintaan alat tulis, seperti yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik.

Kapolres Ngada, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrey Valentino menegaskan, hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan bahwa latar belakang peristiwa lebih mengarah pada tekanan psikologis korban akibat sering mendapat nasihat dari orang tuanya.

Baca Juga :
Kesaksian Wali Kelas Ungkap Kondisi Siswa SD di NTT Sebelum Insiden
Buntut Bocah SD Bunuh Diri di NTT, DPR Sentil Kebijakan Bansos Tak Tepat Sasaran

"Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya. Hal ini dikarenakan si anak dalam satu minggu itu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit," kata dia kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pada malam sebelum peristiwa tragis itu terjadi, orang tua korban sempat kembali menasihati YRB agar tidak bermain hujan-hujanan. Nasihat tersebut diberikan dengan tujuan agar korban tidak jatuh sakit dan kembali izin tidak masuk sekolah.

"Namun, mungkin yang namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana. Jadi ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya mengenai pemberian nasihat tersebut," katanya.

Valentino menegaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut. Hal itu diperkuat dengan hasil visum terhadap tubuh korban.

Lebih jauh, penyelidikan polisi juga memastikan tidak ditemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah yang dapat memicu kondisi psikologis korban. Polisi menyimpulkan bahwa tindakan mengakhiri hidup tersebut dilakukan atas kehendak korban sendiri.

"Kita dapat menyimpulkan bahwa ini memang murni dari niatan si korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Tetapi, kita juga tidak berhenti, kita tetap melakukan penyelidikan, kemudian kita juga meminta keterangan dari yang lain mengenai faktor-faktor penyebabnya," katanya.

Dalam pemaparan lanjutan, Valentino turut mengungkap latar belakang keluarga korban yang dinilai cukup kompleks. Selain kondisi ekonomi yang memprihatinkan, situasi keluarga korban juga disebut tidak utuh.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya. Ibunya disebut sudah tidak lagi bersama dengan ayah biologis korban sejak masa kehamilan. YRB sendiri merupakan anak dari pernikahan ketiga sang ibu.

Baca Juga :
Bocah SD Bunuh Diri di NTT, Anggota DPR: Semoga Bangsa Ini Sadar agar Tak Terjadi Lagi
Kronologi Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT, Diduga Gara-gara Tak Dibelikan Buku Tulis
Isi Surat Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT Bikin Terenyuh, Pamitan ke Ibu 'Relakan Saya Pergi'

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berbasis Sains dengan CIRAD Prancis
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Ungkap Pria yang Tuding Anggota Polsek Cilandak Rekayasa BAP Mantan Napi Narkoba
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Kapal Tanker AS Didekati Kapal Perang Iran di Selat Hormuz
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Honda CRF Series Buat Para Pegiat Trabasan, Segini Banderolnya
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Waka Komisi X DPR: Negara Wajib Pastikan Anak Tak Terbebani Kemiskinan
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.