TikTok Bantah Rumor Tokopedia Tutup di Indonesia, Ini Keterangannya

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Foto kolase Tik Tok dan Tokopedia. (Dok. AP Photo, Tokopedia)

Jakarta, CNBC Indonesia - TikTok membantah kabar yang menyebut Tokopedia akan tutup di Indonesia, dan seluruh layanannya dialihkan ke TikTok Shop.

"Kami mendengar rumor mengenai masa depan Tokopedia. Rumor tersebut tidak benar," ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (4/2/2026).


Tokopedia, lanjut pernyataan tersebut, akan terus beroperasi penuh, dan fokus pada pengalaman pengguna dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

TikTok menyatakan bahwa pihaknya terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia.

Pilihan Redaksi
  • Kucing Influencer Meninggal, Netizen Ramai-ramai Berduka
  • Ada Batas Usia Anak Punya TikTok-Instagram di RI, Perhatikan 7 Hal Ini

Kabar penutupan aplikasi Tokopedia muncul sepekan setelah TikTok menggeser Melissa Siska Juminto dari posisi puncak sebagai CEO menjadi komisaris. Melissa telah memimpin Tokopedia sejak perusahaan ecommerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya tersebut merupakan bagian dari GoTo.

GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance, induk usaha TikTok, pada Januari 2024. Sejak akuisisi, berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia dari sumber yang mengetahui, total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK per Agustus 2025.

Sekitar 240 pekerja di-PHK pada Agustus setelah pada Juli perusahaan lebih dulu mengurangi 180 karyawan. Pemangkasan tenaga kerja itu disebut meliputi sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

TikTok juga diterpa kabar pemberian insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China untuk berdagang di TikTok Shop. Insentif serupa tidak diberikan kepada pedagang Indonesia.

Menurut Sensor Tower, Tokopedia kini adalah aplikasi retail dengan jumlah download ketiga terbesar di Indonesia. Adapun TikTok yang dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, masih menjadi aplikasi dengan jumlah download paling banyak di RI.

Meskipun digolongkan sebagai aplikasi media sosial, TikTok membukukan nilai transaksi paling besar di RI. Berdasarkan pendapatan, posisi TikTok diikuti oleh Google One, Vidio, Facebook, dan Capcut.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tiktok di Amerika Serikat Resmi Diakuisisi!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Dibuka di Rp16.764 per USD Pagi Ini
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Laga Persebaya vs Bali United, Bernando Tavares Fokus Pemulihan Fisik Pemain
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Jokowi, Prabowo, dan Politik Isyarat 2029
• 8 jam lalukompas.com
thumb
KPK Duga Aset Tak Terdata LHKPN RK Ada di Jabar Sampai Luar Negeri
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kata Adjie Pangestu soal Disebut Ayah Biologis dari Putra Denada, Ressa Rossano
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.