Asosiasi DPLK Dorong Investasi Life Cycle Fund di Industri Dana Pensiun

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mendorong penerapan skema Life Cycle Fund sebagai strategi pengelolaan investasi industri dana pensiun. 

Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan sebenarnya porsi penempatan dana di berbagai instrumen investasi saat ini sudah sangat optimal untuk menjaga stabilitas. Namun, skema yang didorongnya ini dinilai dapat membuat pengelolaan dana pensiun lebih adaptif sesuai dengan segmen peserta dana pensiun.

“Strategi ini menyeimbangkan porsi instrumen agresif untuk mengejar return tinggi bagi peserta muda dan instrumen konservatif untuk menjaga keamanan dana peserta yang mendekati pensiun,” ucapnya kepada Bisnis, Rabu (4/2/2026).

Sebab demikian, dia melihat arah investasi dana pensiun dalam beberapa tahun ke depan akan mulai melirik instrumen saham secara selektif untuk mendongkrak akumulasi return. 

Pasalnya, fokus dari DPLK saat ini adalah standarisasi Life Cycle Fund, supaya setiap kelompok usia mendapatkan potensi imbal hasil yang paling optimal sesuai dengan sisa masa kerja mereka.

Di lain sisi, Tondy membeberkan beberapa faktor yang memengaruhi keputusan mayoritas dana pensiun menempatkan dana pada instrumen berisiko rendah. Menurutnya, dominasi itu dipengaruhi oleh faktor edukasi dan mekanisme pengelolaan.

Baca Juga

  • Purbaya Ungkap Alasan Asuransi dan Dana Pensiun Takut Perbesar Investasi Saham
  • Purbaya Mau Kerek Porsi Investasi Dapen & Asuransi ke 20%, Masuk Saham LQ45

“Jadi, masyarakat masih mengutamakan keamanan nilai pokok. Pengalaman masa lalu di industri dana pensiun secara umum, membuat peserta cenderung defensif dan lebih nyaman dengan instrumen yang pergerakannya stabil,” ucapnya.

Di DPLK, ucapnya, penempatan aset sangat bergantung pada pilihan langsung peserta atau dikelola berdasarkan kelompok usia mereka. 

“Karena mayoritas peserta masih memilih zona aman, maka portofolio industri secara agregat masih didominasi instrumen konservatif,” sebut Tondy.

Kendati demikian, dia turut membeberkan tantangan utama yang dihadapi industri dana pensiun dalam mengelola investasi adalah volatilitas pasar. Namun, peluang akan muncul saat momentum suku bunga yang dapat meningkatkan nilai portofolio obligasi. 

Perusahaan DPLK, lanjut Tondy, menghadapi hal tersebut dengan memperkuat transparansi dan manajemen risiko agar kepercayaan peserta tetap baik.

Untuk diketahui, OJK mencatat total investasi industri dana pensiun pada November 2025 tercatat sebesar Rp388,10 triliun. Angka ini tumbuh 5,61% (year on year/YoY).

Menanggapi hal tersebut, Tondy menilai pertumbuhan itu menunjukkan bahwa industri DPLK tetap tumbuh konsisten. Selain itu, juga mencerminkan pengelolaan yang prudent dan kepercayaan publik terjaga.

Sebagai informasi, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan portofolio investasi dana pensiun masih didominasi oleh instrumental yang relatif konservatif.

“Terutama Surat Berharga Negara [SBN], deposito, serta obligasi dan sukuk korporasi, sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko jangka panjang,” katanya dalam lembar jawaban RDK Desember 2025, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, lanjutnya, hingga November 2025, kinerja investasi dana pensiun mencatatkan imbal hasil (ROI) sebesar 7,34%. Baginya ini mencerminkan pengelolaan investasi yang prudent di tengah dinamika pasar keuangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masuk Hari Ketiga, Doktif Pastikan Tetap Kawal Praperadilan Richard Lee
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Kabar Gembira! Lansia di Atas 75 Tahun yang Tinggal Sendirian Bakal Dapat Makan Gratis dari Kemensos
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Tatjana Saphira Unggah Foto Bareng Fadi Alydrus, Netizen Duga Cinlok di Serial Tiba-Tiba Brondong
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dongkrak Likuiditas, COIN Siap Turunkan Biaya Transaksi Bursa Kripto CFX
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Bangun Kampung Haji, RI Jadi Negara Pertama Beli Properti di Makkah-Madinah
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.