Amunisi Bernilai Rp 12,17 Miliar Segera Lengkapi Skuad PSM Makassar: Daftar Terbaru 11 Pemain Asing Pasukan Ramang!

harianfajar
17 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Dua nama anyar PSM Makassar, Dusan Lagator (nilai pasar Rp7,82 miliar) dan Sheriddin Boboev (Rp4,35 miliar), belum terlihat dalam sesi latihan resmi Juku Eja. Namun pelatih Tomas Trucha sudah memberi sinyal tegas: keduanya disiapkan untuk menjalankan peran krusial—menyeimbangkan tim yang tengah limbung.

Dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (1/2/2026), Trucha mengakui PSM masih membutuhkan tambahan pemain pada bursa paruh musim.

“Luka (Cumic) adalah salah satu pemain yang kami datangkan. Saya percaya kami masih berusaha mendatangkan dua pemain lagi,” ujar pelatih asal Ceko itu.

Meski tak menyebut nama secara eksplisit, pernyataan tersebut mengarah kuat pada Lagator dan Boboev—dua pemain yang sudah dikontrak manajemen, namun tertahan akibat sanksi FIFA.

Penyeimbang Skuad Pasukan Ramang

Bagi Trucha, tambahan pemain bukan sekadar pelapis. Ia menuntut sosok yang mampu menghadirkan keseimbangan permainan di sektor-sektor yang selama ini rapuh.

“Kami mencari keseimbangan dalam tim. Dengan mendatangkan pemain-pemain baru yang bisa menyeimbangkan skuad,” katanya.

Lagator diproyeksikan memperkuat lini belakang, sementara Boboev disiapkan sebagai opsi serbaguna di lini depan—bisa dimainkan sebagai penyerang, winger, bahkan gelandang serang.

Kebutuhan Spesifik Tomas Trucha

Trucha membeberkan kriteria secara gamblang. Untuk sektor belakang, ia membutuhkan pemain bertahan berkaki kanan yang fleksibel.

“Kami sedang mencoba mendatangkan pemain bertahan berkaki kanan yang bisa bermain di kedua sisi, dan juga bisa digunakan sebagai gelandang bertahan,” jelasnya.

Di lini depan, PSM masih mencari solusi pasca-kepergian Lucas Dias. Daya gedor dinilai belum cukup tajam.

“Sejak Lucas pergi, kami harus mencari pemain bertipikal menyerang. Bisa dimainkan di sayap, di tengah sebagai gelandang serang, atau bahkan striker,” ungkap Trucha.

Bebas Sanksi FIFA, Jalan Terbuka

Kabar baik akhirnya tiba. PSM Makassar resmi bebas dari sanksi FIFA. Kepastian itu terpantau di laman resmi FIFA pada Senin (2/2/2026) pukul 23.55 Wita, ketika nama PSM tak lagi tercantum dalam daftar klub yang dikenai larangan transfer.

Dengan dicabutnya sanksi, manajemen kini bisa mendaftarkan Lagator dan Boboev yang sebelumnya tertahan secara administratif. Keduanya diharapkan menjadi pembeda di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi tim.

Masalah Lama dan Tren Negatif

Sebelumnya, PSM kembali dijatuhi sanksi FIFA berupa larangan transfer tiga periode efektif sejak 29 Januari 2026—bertepatan dengan perkenalan striker anyar Luka Cumic. Sanksi ini diduga kuat berkaitan dengan tunggakan gaji pemain, mengarah pada kasus Abu Kamara.

Penyerang asal Liberia itu menghilang dari aktivitas tim dan tak terlihat dalam latihan maupun pertandingan resmi. Hingga kini, status kontraknya belum jelas. Trucha pun mengaku belum mengetahui perkembangan pasti kasus tersebut.

Di lapangan, performa PSM juga belum membaik. Hasil imbang tanpa gol melawan Semen Padang, Senin (2/2/2026), memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi tujuh laga beruntun. Dalam periode itu, Juku Eja hanya mengoleksi dua poin dari dua imbang dan lima kekalahan.

Masalah di 20 Meter Terakhir

Trucha menyoroti satu problem utama: efektivitas serangan.

“Masalah kami ada di 20 meter terakhir. Kualitas mencetak gol, operan terakhir, dan umpan silang,” tegasnya.

Faktor lawan berat—seperti Persib Bandung, Madura United, dan Borneo FC—serta badai cedera yang menimpa Savio dan Medina turut memperburuk situasi. Gledson pun belum sepenuhnya bugar dan harus memulai laga dari bangku cadangan saat menghadapi Semen Padang.

Boboev, Isyarat dari Asia Tengah

Di tengah situasi itu, isyarat paling jelas datang dari Asia Tengah. Asosiasi Sepak Bola Tajikistan secara resmi mengumumkan bahwa Sheriddin Boboev akan melanjutkan karier di Indonesia bersama PSM Makassar.

“Penyerang tim nasional Tajikistan, Sheriddin Boboev, melanjutkan karier sepak bolanya di kompetisi Indonesia. Ia telah menandatangani kontrak dengan PSM Makassar,” tulis federasi Tajikistan.

Dengan masuknya Boboev, PSM resmi merampungkan kuota 11 pemain asing. Tidak ada lagi ruang. Tidak ada lagi spekulasi.

Nama yang Terasa Akrab di Makassar

Nama Sheriddin segera menarik perhatian publik Makassar. Bukan semata karena statusnya sebagai pemain tim nasional, tetapi karena bunyinya yang terasa akrab di telinga Bugis-Makassar—sekilas mengingatkan pada Haeruddin, simbol kerja keras dan loyalitas PSM.

Mungkin hanya kebetulan fonetik. Namun sepak bola Makassar tak pernah benar-benar steril dari simbol. Dalam nama itu, publik seperti menitipkan harapan: siri’ na pacce.

Bukan Rekrutan Asal-asalan

Boboev bukan proyek spekulatif. Penyerang 26 tahun itu telah membela timnas Tajikistan sejak 2017 dengan 26 caps. Ia memiliki lintasan klub yang panjang—Tajikistan, Malaysia, Kazakhstan, hingga Iran.

Musim terakhir bersama Ravshan Kulob, ia mencatatkan tujuh gol dari 19 penampilan. Dengan tinggi 182 sentimeter, Boboev bukan target man statis. Ia agresif menekan, cair dalam pergerakan, dan tajam di kotak penalti—memberi dimensi berbeda dibanding Luka Cumic.

Todoroski Gugur, Bursa Ditutup

Di tengah geliat bursa, satu nama sempat mencuat: Todor Todoroski, bek kanan asal Makedonia Utara. Ia disebut-sebut masuk radar PSM dan dinilai cocok dengan kebutuhan Trucha.

Namun rumor itu berhenti di sana. Dengan kuota asing yang telah penuh, Todoroski resmi gugur. Tidak ada kompromi. PSM memilih menutup bursa, alih-alih membuka spekulasi baru.

Daftar Lengkap 11 Pemain Asing PSM Makassar

Savio Roberto (Brasil)

Alex Tanque (Brasil)

Jacques Medina Temopele (Kongo)

Gledson Paixao (Brasil)

Aloisio Soares Neto (Brasil)

Victor Luiz (Brasil)

Yuran Fernandes (Tanjung Verde)

Daisuke Sakai (Jepang)

Luka Cumic (Serbia)

Dusan Lagator (Montenegro)

Sheriddin Boboev (Tajikistan)

Menutup Bursa, Membuka Pertaruhan

Dengan komposisi ini, PSM Makassar memilih bertaruh pada apa yang ada. Tidak sempurna. Tidak ideal. Namun cukup untuk bertarung.

Di tengah tekanan klasemen dan ancaman papan bawah, PSM tak sedang membangun kenyamanan.
Mereka sedang berperang.

Melawan krisis, melawan waktu, dan melawan ancaman terseret lebih dalam.
Dalam perang itu, Sheriddin Boboev bukan sekadar rekrutan terakhir.

Ia adalah penanda sikap:
PSM Makassar menutup bursa—dan menghadapi nasib dengan kepala tegak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ikuti Arahan Prabowo, Pemkot Depok Tertibkan Baliho, Gentengnisasi, dan Kebersihan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Striker Muda Berdarah Belanda-Indonesia, Mauro Zijlstra Resmi ke Persija
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada TransJ Blok M-Soetta, Tarif Rp 3.500
• 3 jam laludetik.com
thumb
Tak Wajib Hadir di Sidang Prapid, Kuasa Hukum Sebut Richard Lee Tetap Kooperatif
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Adies Kadir Ucapkan Sumpah Hakim MK Depan Prabowo di Istana Sore Ini
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.