Megawati dan Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Riset

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews- Abu Dhabi

Pertemuan di Istana Qasr Al Watan fokus pada potensi kolaborasi teknologi air dan penguatan riset strategis antara RI-UEA.

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, di Istana Qasr Al Watan, Rabu 4 februari 2026. 

Dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut menjadi momentum penting dalam menjajaki kolaborasi teknologi tingkat tinggi antara kedua negara.

Dalam kunjungan resmi ini, Megawati didampingi oleh delegasi terbatas, termasuk Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis, Andi Widjayanto. Fokus utama pembicaraan berkisar pada integrasi ilmu pengetahuan dan solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan global.

Eksplorasi Sinergi Riset Nasional

Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati memaparkan struktur riset Indonesia yang mencakup berbagai sektor strategis. Ketertarikan Sheikh Khaled terhadap kapabilitas riset Indonesia menjadi katalisator dalam diskusi ini.

"Saya sampaikan bahwa BRIN memiliki 12 bidang fokus, mulai dari ketahanan pangan hingga konservasi flora dan fauna. Ini membuka peluang bagi beliau untuk memetakan sektor mana saja yang paling potensial untuk dikerjasamakan," ujar Megawati dalam keterangan pers usai pertemuan.

Hubungan antara kedua tokoh ini dilaporkan semakin akrab, mengingat ini merupakan pertemuan kedua mereka setelah sebelumnya sempat berdiskusi mengenai sejarah dan latar belakang sosiopolitik Indonesia.

Inovasi Desalinasi dan Adaptasi Teknologi

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah ketertarikan Indonesia terhadap keberhasilan Uni Emirat Arab (UEA) dalam mentransformasi wilayah gurun melalui manajemen air yang canggih. 

Megawati secara khusus menyoroti pemanfaatan teknologi desalinasi air laut yang telah menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan air di Abu Dhabi.

"Kami berdiskusi mengenai bagaimana wilayah yang semula gurun pasir kini memiliki sistem tata kelola air yang luar biasa. Ternyata, kunci utamanya adalah pengolahan desalinasi air laut secara masif," ungkapnya.

Megawati menambahkan bahwa teknologi ini merupakan salah satu poin yang akan dikaji lebih dalam untuk kemungkinan implementasi di tanah air, mengingat tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Diplomasi Persahabatan

Meski membahas agenda strategis terkait riset dan teknologi, suasana pertemuan digambarkan berlangsung hangat dan dinamis. Antusiasme Putra Mahkota dalam menggali informasi tentang Indonesia membuat diskusi berjalan lebih lama dari yang dijadwalkan.

"Pertemuan ini terasa sangat singkat karena dialog berlangsung dua arah. Beliau banyak mengajukan pertanyaan, dan saya memberikan penjelasan detail," tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Megawati menegaskan pentingnya memelihara hubungan historis yang telah terjalin lama antara Indonesia dan UEA. Ia berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret yang memberikan dampak langsung pada kemajuan ilmu pengetahuan di kedua negara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Penjual Obat Terlarang di Stasiun Citayam, 78 Butir Tramadol Disita
• 12 jam laludetik.com
thumb
Emil Audero Kena Petasan, Hukuman Bertubi-tubi Bagi Inter Milan Tanpa Ada Pengurangan Poin
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Eyang Meri Dimakamkan, Jenazah Dilepas dengan Upacara Kedinasan Polri
• 18 jam laludisway.id
thumb
Pilu Siswa SD di NTT Akhiri Hidup: Ibu Tak Mampu Belikan Pena-Tinggalkan Surat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
2 Laga Terakhir Persita Gagal Dapat Poin Maksimal, Carlos Pena: Bukti Beratnya BRI Super League!
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.