Bisnis.com, BANDUNG--Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan kompensasi dari usulan terakhir, terhadap kepala keluarga (KK) yang terdampak penutupan tambang di Kabupaten Bogor akan mulai disalurkan pada pekan depan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jabar, Ade Afriandi mengatakan pihaknya sudah selesai memverifikasi dalam usulan terakhir 9.077 KK pada Desember 2025 lalu.
Namun pendistribusiannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan BJB dalam penyalurannya. Sehingga pekan depan baru akan disalurkan 3.462 KK dari 9.077 KK.
"Rinciannya, 1.039 KK dari Kecamatan Parungpanjang, 414 KK dari Kecamatan Cigudeg dan 2.009 di Kecamatan Rumpin," katanya di Bandung, Rabu (4/2/2026).
Dalam dua hari ke depan Pemerintah Kabupaten Bogor akan menyosialisasikan melalui kecamatan dan desa kepada masyarakat, terkait penyaluran kompensasi bantuan sosial tersebut, sebelum dicairkan pada pekan depan.
"Untuk mempersiapkan, memfasilitasi tempat, karena penyerahannya, buku rekening dan nilai uang Rp3 juta itu dilaksanakan di kantor pemerintah desa," katanya.
Sementara untuk sisanya, 5.615 KK akan menyusul disalurkan setelah pendistribusian kepada 3.462 KK tersebut selesai.
"(Dipisah) Berkaitan dengan kesiapan bank BJB. Kebetulan fasilitas kantor bank bjb di kecamatan itu terbatas. Makanya yang sudah siap dengan rekening BJB sampai dengan minggu ini itu ada 3.462 (KK)," tuturnya.
Dalam usulan terakhir ini, Pemprov Jabar menyiapkan Rp27,23 miliar untuk didistribusikan sebagai kompensasi bagi warga terdampak penutupan sementara tambang di Kabupaten Bogor.




