Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Tegal memicu bencana tanah bergerak di Dukuh Tigasari, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara pada Selasa (3/2/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk Pondok Pesantren Al-Adalah 1 serta rumah-rumah warga di sekitar lokasi terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, sebanyak 150 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, sejumlah bangunan pondok pesantren, sekolah, serta akses jalan dilaporkan rusak parah akibat pergerakan tanah.
Akibat bencana tersebut, Pondok Pesantren Al-Adalah 1 untuk sementara tidak dapat digunakan, sehingga para santri dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah warga juga diminta menjauhi area rawan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.
Dikutip dari Antara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari untuk menjamin keselamatan dan kelayakan tempat tinggal mereka.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di Tegal, Rabu, menegaskan penanganan bencana tanah bergerak tidak hanya dilakukan pada fase tanggap darurat, tetapi juga berlanjut hingga pemulihan jangka panjang serta relokasi warga ke hunian yang aman dan layak.
Saat ini, BPBD Kabupaten Tegal mencatat sekitar 700 warga dan 500 santri mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat bencana tersebut.




