Jakarta: Fenomena busa putih tebal kembali menyelimuti aliran Kali Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 4 Februari 2026. Kemunculan busa yang diduga berasal dari limbah rumah tangga dan industri tersebut terpantau keluar dari Rumah Pompa Polder Kamal saat sedang beroperasi hingga mengancam mata pencaharian nelayan kerang hijau.
"Ya kalau kena limbah memang mati total kerangnya. Kalau mati kan kerangnya enggak bisa dikonsumsi," kata Anai, salah satu nelayan setempat saat ditemui di lokasi, Rabu, 4 Februari 2026.
Baca Juga :
Normalisasi Ciliwung, Puluhan Bangunan di Kramat Jati Mulai DibongkarAnai menjelaskan bahwa kondisi air yang menghitam dan dipenuhi busa ini berdampak fatal pada ekosistem laut, khususnya budidaya kerang hijau. Jika limbah terus mengalir, para nelayan terancam merugi hingga jutaan rupiah karena ribuan kerang akan membusuk dan mati sebelum sempat dipanen.
"Kalau mati ya rugi, bukan rugi lagi, luar biasa, jutaan (rupiah) ruginya. Bukan satu dua yang mati tuh bisa ribuan, bukan ratusan lagi," ungkap Anai.
Ia pun sangat mengkhawatirkan aliran busa yang juga terlihat berterbangan di area tanggul ini akan masuk lebih jauh ke area laut lepas. Menurutnya, pembiaran terhadap sumber limbah di aliran kali hanya akan memperluas kerusakan lingkungan di pesisir Jakarta Utara.
Fenomena busa putih tebal mengancam mata pencaharian nelayan kerang hijau. Foto: Metro TV/Yurike Budiman.
"Dari kali ini, limbahnya. Jangan sampai ke laut karena imbasnya luar biasa," tegas Anai.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan air yang tertutup busa cukup pekat dengan warna air di bawahnya yang hitam pekat. Kini, para nelayan hanya bisa berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera turun tangan menelusuri sumber limbah agar kelangsungan hidup para pencari nafkah di laut tetap terjaga.



