Update Longsor Cisarua: Tim DVI Polda Jabar Identifikasi 67 Jenazah Korban

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 67 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan hingga saat ini pos DVI di lokasi pencarian telah menerima sebanyak 92 kantong jenazah dari tim SAR gabungan.

BACA JUGA: Tim SAR Sudah Evakuasi 83 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua

“Pada hari ke-12 ini kami telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 67 jenazah. Dengan demikian, masih terdapat 25 yang belum teridentifikasi,” kata Hendra di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan, tim DVI terus melanjutkan proses identifikasi terhadap jenazah yang belum terkonfirmasi melalui tahapan rekonsiliasi data.

BACA JUGA: TRKM Group Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Longsor di Cisarua

“Untuk selanjutnya, dari sisa jenazah yang ada kami melaksanakan kegiatan rekonsiliasi berkaitan dengan proses identifikasi yang sudah dilakukan, baik pembandingan data post-mortem maupun ante-mortem,” katanya.

Hendra berharap jumlah korban yang berhasil diidentifikasi dapat terus bertambah seiring berjalannya proses pencocokan data oleh tim forensik.

BACA JUGA: Longsor Cisarua, Tim SAR Evakuasi 10 Kantong Jenazah Hari Ini

“Karena berdasarkan laporan yang kami terima, jumlah orang hilang terus diperbarui setiap hari. Kami akan melayani sampai seluruh proses selesai,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan pihaknya juga mengerahkan Detasemen Anjing Pelacak (Den K9 SAR) untuk mempercepat proses pencarian korban bencana tanah longsor di wilayah dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, kehadiran Den K9 SAR diharapkan mampu membantu tim gabungan dalam mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun material longsor, terutama di area yang sulit dijangkau alat berat.

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini cuaca kadang-kadang baik, namun terkadang masih turun hujan, sehingga tentu saja tim SAR gabungan masih mengalami sejumlah kesulitan,” kata dia.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emiten Minta Kenaikan Free Float 15% Pelan-Pelan, Ini Alasannya
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Fabio Lefundes Sebut Penampilan 4 Pemain Baru Borneo FC Masih Bisa Ditingkatkan
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
5 Rekomendasi Genteng dan Harganya Terbaru 2026, Kualitas Awet dan Tahan Lama!
• 11 jam laludisway.id
thumb
Kata OJK Soal Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas di Kasus Goreng Saham
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perubahan Iklim Membuat Nyamuk Penyebab DBD Jadi Lebih Agresif
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.