Multicrane Perkasa Dorong Peran Alat Berat untuk Pengembangan Waste-to-Energy di Indonesia

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengembangan Waste-to-Energy (WtE) sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat bauran energi.

Dengan timbunan sampah nasional yang kini melampaui 189.000 ton per hari, proyek WtE diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular serta ketahanan energi.

BACA JUGA: Pemkot Tangsel Pastikan Kerja Sama Pihak Ketiga Fokus di Pengolahan Sampah, Bukan Pembuangan

Sejalan dengan arah tersebut, sejumlah proyek WtE dan RDF (Refuse-Derived Fuel) mulai dikembangkan di berbagai daerah.

Namun, keberhasilan proyek Waste-to-Energy tidak hanya bergantung pada teknologi pembangkit atau tungku pembakaran, melainkan juga pada sistem penanganan dan pergerakan limbah yang menjadi fondasi operasional fasilitas tersebut.

BACA JUGA: Pengolahan Sampah di Tangsel Bisa Lanjut, Perpres 109 Tak Berlaku Surut

Tanpa sistem alat berat yang tepat, proyek WtE disebut berisiko mengalami feeding yang tidak stabil, downtime tinggi, serta lonjakan biaya operasional yang berdampak langsung pada kelayakan ekonomi proyek.

Sebagai perusahaan alat berat yang berpengalaman di sektor industri dan material handling, PT Multicrane Perkasa (MCP) memposisikan diri sebagai Integrated Waste Movement Partner untuk proyek Waste-to-Energy di Indonesia.

BACA JUGA: Pengolahan Sampah Mandiri MRF Bintaro Jaya Diresmikan, Ini Keunggulannya

MCP mendukung seluruh rantai penanganan limbah, mulai dari pre-processing, transfer, feeding, hingga keberlanjutan operasional fasilitas WtE melalui pendekatan sistem yang terintegrasi.

“Salah satu pengembangan yang saat ini berjalan adalah proyek WtE di Sukabumi bersama Cahaya Yasa Cipta, serta inisiatif RDF yang sudah berjalan sejak Juli 2025,” ucap Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa Adrianus Hadiwinata, Rabu (4/2).

Di tingkat regional, pengalaman implementasi RDF untuk kebutuhan industri semen di Thailand juga memperlihatkan bahwa keberhasilan proyek berbasis pengolahan limbah menjadi energi sangat ditentukan oleh kesiapan sistem operasional di lapangan.

Dalam konteks feeding limbah, MCP menghadirkan solusi berbasis crane, Hiab 19000 sebagai electric waste feeder yang dirancang untuk memastikan aliran limbah ke lini WtE atau RDF berlangsung stabil dan terkontrol.

Saat ini, dua unit Hiab telah ditempatkan untuk mendukung operasional proyek di Sukabumi, sebagai bagian dari penguatan sistem feeding yang lebih konsisten dibanding metode konvensional berbasis excavator diesel.

Sistem feeding berbasis electric memungkinkan operasi yang lebih stabil, menekan biaya operasional harian, serta mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat memicu downtime.

Sementara itu, untuk kebutuhan transfer dan handling limbah berskala menengah hingga besar, MCP juga menghadirkan Liebherr material handler LH 40 yang dirancang khusus untuk operasi waste duty.

“Sebagai bagian dari komitmen kami mendukung agenda pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, kami melihat bahwa keberhasilan proyek Waste-to-Energy tidak cukup hanya dari sisi teknologi pembangkit, tetapi juga dari kesiapan sistem operasional di lapangan,” jelasnya.

Melalui pendekatan itu, peran perusahaan alat berat dalam proyek Waste-to-Energy tidak lagi terbatas sebagai pemasok unit, tetapi sebagai penyedia sistem operasional terintegrasi.

Seiring meningkatnya komitmen pemerintah terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, keberadaan mitra industri yang memahami karakter limbah Indonesia menjadi faktor penentu agar proyek WtE tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga layak secara operasional dan ekonomi dalam jangka panjang. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kim Seon-ho Diduga Gunakan Perusahaan Keluarga untuk Menghindari Pajak
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kasus Pandji Pragiwaksono, Polisi Periksa 2 Komika Opener Mens Rea terkait Materi Acara
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang 2025 Capai 5,11%, di Bawah Target APBN
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sinopsis CINTA SEDALAM RINDU SCTV Episode 220 Hari Ini Kamis, 5 FEBRUARI 2026: Insiden Menunggang Kuda Berujung Hilangnya Aluna, Galaxy Disalahkan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bareskrim Bongkar Peredaran Obat Aborsi Ilegal di Bogor, 5 Orang Ditangkap
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.