tvOnenews.com - Seorang anak SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Anak berusia 10 tahun berinisial YBR ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026) dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.
Sebelum meninggal dunia, YBR sempat meminta kepada ibunya untuk dibelikan alat tulis berupa buku dan pena. Namun ibunya menolak lantaran kondisi ekonominya yang sulit.
Namun, Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa peristiwa ini tidak berkaitan dengan permintaan alat tulis seperti yang ramai dibicarakan.
Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino menjelaskan hasil penyelidik di lapangan bahwa pihaknya menemukan latar belakang peristiwa yang mengarah pada tekanan psikologis korban.
“Fakta di lapangan bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya. Hal ini karena si anak dalam satu minggu itu beberapa kali tidak masuk sekolah dengan alasan sakit,” ungkap AKBP Andrey Valentino, pada Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, YBR kembali dinasihati oleh orang tuanya agar tidak bermain hujan. Nasihat tersebut bertujuan untuk mencegah korban tidak sakit dan kembali izin dari sekolah.
“Namun, mungkin yang namanya orang tua memberikan nasihat, penerimaan anaknya mungkin merasa tersinggung atau bagaimana. Jadi ceritanya bukan karena alat tulis tetapi karena sering dinasihati oleh ibunya mengenai pemberian nasihat tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperkuat dari hasil visum, pihaknya menegaskan tidak ada unsur kekerasan pada tubuh korban.
Kemudian, penyelidikan polisi juga memastikan tidak ditemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah yang dapat memicu kondisi psikologis korban.
Polisi menyimpulkan bahwa aksi bunuh diri tersebut dilakukan atas kehendak dari korban.
“Kita dapat menyimpulkan bahwa ini memang murni dari niatan si korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Tetapi, kita juga tidak berhenti, kita tetap melakukan penyelidikan, kemudian kita juga meminta keterangan dari yang lain mengenai faktor-faktor penyebabnya,” jelas Valentino.
Tak hanya itu, Valentino turut mengatakan latar belakang keluarga korban dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan serta situasi keluarga korban yang tidak utuh.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)


