REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap insiden tragis yang menimpa seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT. Insiden ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi," ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (4/2) malam.
Prasetyo menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah meminta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kementerian juga telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk memperhatikan kondisi keluarga korban yang tergolong miskin ekstrem.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan terhadap keluarga, serta memikirkan agar kejadian ini tidak terulang kembali," kata Prasetyo.
Terkait informasi bahwa keluarga korban tidak mendapatkan bantuan sosial karena persoalan administrasi, Prasetyo menyatakan pemerintah menunggu hasil penyelidikan kepolisian. "Biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman," katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Prasetyo juga menekankan pentingnya merawat kepedulian sosial di semua tingkatan. "Kita harus meningkatkan kepedulian sosial dari setiap level, lingkungan, dan sekolah sangat penting," tambahnya.
Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, MGT (47). Dalam surat tersebut, korban meminta ibunya untuk merelakannya pergi. Korban tinggal bersama neneknya karena ibunya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan.