Dibutuhkan Negosiasi Tingkat Tinggi agar Honorer Tersisa jadi PPPK

jpnn.com
14 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk menyejahterakan guru madrasah, utamanya guru honorer yang belum punya sertifikasi pendidik (serdik).

Namun, peningkatan kesejahteraan guru di lingkup Kemenag mesti dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran negara serta regulasi.

BACA JUGA: Pengangkatan PPPK Hasil Optimalisasi Timbulkan Masalah Baru, Tekanan Batin

“Pemerintah sangat memperhatikan guru non-PNS, hanya memang tidak bisa serta-merta semuanya disertifikasi. Ini dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran,” ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Fesal Musaad di Jakarta, Rabu (4/2).

Pernyataan ini disampaikan Fesal merespons masalah pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjadi isu hangat dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Daftar Nama 16 Organisasi PPPK, Sudah Ada Gambaran Alih Status Paruh Waktu ke Full Time

Fesal Musaad mengatakan berdasarkan data Education Management Information System (EMIS) GTK per Januari 2026, terdapat 803.251 guru madrasah di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, guru PNS sebanyak 111.939 orang, PPPK hampir 49 ribu orang, dan sisanya 652.246 orang berstatus non-ASN atau honorer yang mayoritas diangkat oleh yayasan.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Peralihan Full Time Dimulai, tetapi Semua PPPK Paruh Waktu Belum Digaji, Oalah

Realitas itu tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa 95 persen madrasah di Indonesia berstatus swasta, karena dibangun dan dikelola oleh masyarakat atau yayasan. Kendati demikian, Kemenag harus afirmatif terhadap seluruh guru.

“Skemanya kita (Kemenag) lakukan secara bertahap-tahap, tetapi saya yakin dan saya percaya di bawah kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar punya komitmen betul. Supaya ke depan itu seluruh guru non-PNS disertifikasi,” ujarnya.

Fesal menegaskan salah satu langkah pemerintah untuk menyejahterakan guru madrasah adalah akselerasi sertifikasi guru.

Hingga Januari 2026 sebanyak 60 persen guru madrasah atau 482.331 orang telah tersertifikasi.

Kendati demikian, kata dia, upaya percepatan sertifikasi pendidik dan pengangkatan guru non-PNS menjadi PPPK memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Kementerian Keuangan, karena adanya regulasi yang masih tumpang tindih.

“Dibutuhkan negosiasi tingkat tinggi antara Menteri Agama dengan Menteri PAN-RB dan Menteri Keuangan, karena ada regulasi yang perlu diubah agar bisa mengakomodasi guru-guru swasta,” katanya.

Bagi guru honorer yang belum tersertifikasi, menurut Fesal, Kemenag tetap memberikan afirmasi.

Sepanjang 2025 pemerintah menggelontorkan Rp640 miliar untuk insentif bagi 427.200 guru non-PNS, masing-masing Rp250 ribu per bulan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mbappe Dikritik Malas Berlari di Real Madrid, Pelatih Timnas Prancis Beri Pernyataan Berkelas
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
CDIA Umumkan Buyback Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar 
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemendag Tahan Laju Impor dan Genjot Daya Saing Produk Lokal
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian P2MI Beri Sanksi P3MI di Bekasi, Langgar Aturan Penempatan Pekerja Migran
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjualan LCGC Anjlok 30 Persen pada 2025, Mobil Listrik Melejit
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.