Tren konsumen dalam membeli kendaraan roda empat mulai berubah dengan beralih ke mobil listrik.
IDXChannel - Tren konsumen dalam membeli kendaraan roda empat mulai berubah. Kehadiran mobil listrik dengan harga terjangkau seperti BYD Atto 1 hingga Wuling Air EV "merusak" pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC).
Sepanjang 2025, penjualan mobil LCGC yang berbasis Internal Combustion Engine (ICE) seperti Honda Brio dan Toyota Agya tertekan. Penjualan segmen LCGC secara wholesale mencapai 122.686 unit, turun sebesar 30,6 persen dibandingkan tahun 2024.
"Kalau kita bicara mengenai segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau LCGC, ini juga sama mengalami tekanan penjualan wholesale LCGC pada tahun 2025 karena mencapai 122.686 unit turun 30,6 persen pada tahun yang sebelumnya," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Kendati demikian, Agus menegaskan, anjloknya penjualan LCGC tetap menjadi perhatian pemerintah. Dalam rangka memulihkan pasar LCGC, pemerintah berencana memberikan insentif fiskal.
"Dan pemerintah dalam hal ini tentu akan tetap memberikan perhatian pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif," katanya.
Berbeda dengan LCGC yang berbasis IC, mobil listrik atau electric vehicle (EV) justru melesat. Angka penjualan mobil EV naik dari 43 ribu unit pada 2024 menjadi 103 ribu unit pada 2025 alias naik 139 persen. Sejalan dengan meningkatnya pamor EV tersebut, kendaraan berbasis hybrid electric vehicle (HEV) juga ikut tumbuh sekitar 15 persen.
"Tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran yang cukup signifikan menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan," kata Agus.
(Rahmat Fiansyah)




